Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bermain Ilalang di Bukit Wedding

Pagi itu, saya bersama tim bertolak menuju Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Bukan menuju Bukit Teletubies alias Bukit Larata yang berdekatan dengan Pantai Paal. Melainkan menuju Bukit Savana yang lebih berdekatan dengan Pantai Pulisan Besar.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  12:47 WIB
Bermain Ilalang di Bukit Wedding
Bukit Wedding - Lukas Hendra
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tanaman ilalang yang berada di bukit dengan latar pantai berpasir putih menghadap ke matahari terbenam tentu memiliki pesona sendiri untuk mengeksplor alat penangkap cahaya Anda.

Pagi itu, saya bersama tim bertolak menuju Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Bukan menuju Bukit Teletubies alias Bukit Larata yang berdekatan dengan Pantai Paal. Melainkan menuju Bukit Savana yang lebih berdekatan dengan Pantai Pulisan Besar.

Bukit Savana sering disebut dengan Bukit Wedding. Maklum, bukit ini sering digunakan untuk spot prewedding bagi masyarakat Sulawesi Utara. Anda dengan mudah menemukan lokasinya di google maps.

Namun, jangan kira menuju lokasi ini tidak perlu strategi dan perjuangan. Bahkan, diperlukan strategi pemilihan jenis kendaraan yang tepat.

Dari Kota Manado, Anda cukup mengarahkan kemudi menuju Likupang. Ruas ini kurang lebih ditempuh dalam kurun waktu 1,5 jam dengan roda empat. Usai melewati kantor kecamatan Likupang Timur, selang beberapa ratus meter ada pertigaan melewati Jembatan Kijang menuju Girian.

Hanya saja, memasuki Desa Marinsow, Anda harus memperlambat laju kendaraan Anda. Usai melewati Gereja Bahtera Hayat, Anda mengarahkan kemudi lurus. Jangan belok ke kanan menuju Girian.

Dari situ, tak sampai 30 menit Anda akan sampai ke Desa Pulisan. Akan ada petunjuk jalan menuju Pantai Pulisan. Namun, pantai pulisan yang ini sering disebut sebagai pantai Pulisan Besar, alias Pantai Pulisan yang ramai dengan pengunjung dan sejumlah warung makan.

Jangan berbelok. Arahkan kemudi Anda menuju Desa Kanunang. Usai melewati GPDI Solagratia, Anda akan menemukan tanjakan kecil. Tak jauh usai tanjakan terlihat ada sebuah jalan tak beraspal di sebelah kiri Anda. Arahkan kemudi turun menuju jalan tak beraspal tersebut.

Di sinilah, tantangan menuju Bukit Savana dimulai. Jika Anda menggunakan kendaraan roda empat, yakin dan berdoalah bahwa tidak ada kendaraan roda empat lain yang menuruni bukit.

Selain itu, pastian bahwa kendaraan Anda memiliki clearance (jarak antara tanah dengan chasis) cukup tinggi. Maklum, jalanan ini berbatu, terjal dan hanya selebar 1 kendaraan roda empat saja. Jika tak cukup clearance, siap-siap chasis akan bergesekan dengan batu-batu tersebut.

Jika jalanan sepi, kurang lebih 20 menit berkendara semi offroad, dengan laju pelan, Anda akan menemukan sebuah pondok kecil dengan lahan parkir yang tak begitu luas. Wajar, pengunjung lebih banyak menggunakan roda 2 untuk menuju destinasi ini.

Sampai di bukit, Anda bisa meregangkan kaki sebentar dan menikmati secangkir kopi atau membeli air mineral untuk bekal eksplorasi sekitar. Khususnya, jika Anda memutuskan untuk menuruni bukit menuju Pantai Pulisan Kecil, pantai berpasir putih yang tak seramai pantai Pulisan Besar. Malahan, lebih terkesan private.

Untuk eksplorasi bukit ada 2 pilihan. Di bukit sisi kiri, Anda akan disuguhkan pemandangan pantai Pulisan Besar, walau hanya tampak dari kejauhan. Sementara bukit kisi kanan, anda akan menemukan pantai Pulisan Kecil dengan latar laut berwarna hijau tosca kebiruan.

Dari lokasi parkir menuju spot foto di bukit sisi kanan tak begitu jauh, dan tak begitu terjal. Namun, alangkah lebih baik jika Anda juga menggunakan alas kaki yang nyaman sehingga tidak mudah terpeleset ketika tanah basah.

Di perjalanan bukit sisi kanan inilah, Anda akan menemukan ilalang yang bisa Anda gunakan untuk menambah kesan artsy pada konten fotografi maupun videografi Anda. Sayang, cuaca saat itu berangin kencang, sehingga kami memutuskan untuk tidak menerbangkan drone untuk menangkap kemolekan Bukit Wedding ini.

Bila Anda memiliki waktu yang lebih luang dan ingin sedikit berpetualang, Anda juga bisa berkemah di bukit ini atau di pantai Pulisan Kecil yang berada di bawahnya. Namun, Anda harus pandai membujuk penjaga yang tinggal di warung tersebut. Bagaimana? Sudah bersiap berpetualang? Akh, saya lupa, masih pandemik, masukkan ke dalam agenda liburan dulu juga boleh lho.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

traveling bukit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top