Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisatawan Segera Melancong Usai Pandemi Corona

Setelah sebulan pandemi virus Corona (Covid-19), pre-survei ASITA menunjukkan bahwa wisatawan segera memburu tempat wisata.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  21:30 WIB
Ada 22 lokasi menyelam di Banda Neira - Istimewa
Ada 22 lokasi menyelam di Banda Neira - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) menemukan orang-orang akan segera melakukan perjalanan dalam waktu 1 bulan setelah pandemi virus Corona (Covid-19) usai dalam pre-survey yang diadakannya.

Pre-survey yang diadakan oleh ASITA berupa polling yang diambil dari peserta Bincang Bisnis Asita pada 9 Mei 2020 yang diisi oleh 275 responden.

“Hal menarik dari quick survey ini adalah bahwa orang-orang akan segera melakukan perjalanan dalam waktu 1 bulan setelah pandemi ini usai dengan pilihan terbanyak adalah mengunjungi teman dan kerabat sebanyak 22,5 persen,” kata President of ASITA N. Rusmiati kepada Bisnis pada Rabu (27/5/2020).

Kemudian, dalam pre-survey tersebut juga didapati bahwa orang-orang yang akan berwisata ke kota lain sebanyak 19,5 persen dan berwisata ke provinsi lain mencapai 18,7 persen.

Dia menuturkan perjalanan bisnis juga menjadi alasan orang untuk segera melakukan perjalanan, yakni sebanyak 16,9 persen. Adapun jumlah orang yang memilih untuk berwisata ke luar negeri setelah pandemi usai mencapai 13,9 persen.

Dalam pre-survey ini juga ditemukan bahwa pembatasan sosial berskala besar yang diterapkan selama hampir 2 bulan dan kampanye social distancing/physical distancing sangat melekat di benak responden.

Kondisi tersebut membuat 44,6 persen responden memilih untuk berwisata alam mengunjungi objek wisata alam seperti pantai, gunung, sungai, air terjun, atau desa wisata untuk melepaskan penat setelah lama berada di rumah.

Kemudian, wisata budaya menjadi pilihan responden berikutnya, yaitu 21 persen. Kuliner sebesar 14 persen, dan alasan lainnya seperti bisnis 6 persen, silahturahmi 5 persen, wisata adventure 4 persen, dan bermacam alasan lainnya 6 persen.

Pre-survei ini dilakukan oleh ASITA sebelum melakukan penelitian untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada pola traveller wisatawan nusantara dan asing setelah masa pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata asita destinasi wisata covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top