Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Syarat Menginap di Hotel Bali dengan Pola New Normal

Penerapan normal baru atau new normal dalam sektor pariwisata di Bali menyebabkan pengurangan seat capacity atau service capacity di ruang publik hingga 40-50 persen.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  17:12 WIB
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, DENPASAR - Penerapan normal baru atau new normal dalam sektor pariwisata di Bali menyebabkan pengurangan seat capacity atau service capacity di ruang publik hingga 40-50 persen.

Ketua Bali Hotel Association (BHA) I Made Ricky Darmika Putra mengatakan pengurangan ini merupakan salah satu SOP dalam pelaksanaan normal baru saat pandemi Covid-19 yang sudah di persiapankan dari sekarang, sebelum tamu datang untuk berlibur.

“Nantinya tamu yang datang sangat kita pantau dari awal check in hingga check out kembali,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (26/5/2020).

Ricky menjelaskan bagaimana proses tamu itu datang dengan penerapan SOP di bandara, kemudian transportasi menuju tempat menginap juga diperhatikan. Termasuk saat check in menggunakan payment gateway untuk menghindari peredaran uang tunai. Setelahnya, jika tamu memakai fasilitas umum seperti kolam renang, restoran, diwajibkan mengikuti protokol normal baru.

"Saat melayani tamu, karyawan tidak hanya menggunakan masker tapi juga face shield dan tambahan glove untuk di restoran juga penerapan social distancing 1,5 hingga 2 meter,” jelasnya.

Hal yang sama juga harus diterapkan saat tamu mengunjungi tempat wisata. Ia mengatakan, minimal harus ada tempat cuci tangan dan hand sanitizer, dan pengecekan suhu tubuh. Sehingga diharapkan kedepannya, tamu-tamu bisa merasakan new normal tourism dan great experience.

Menurutnya, pemerintah harus segera menetapkan SOP normal baru untuk industri pariwisata. Saat ini keinginan tamu untuk traveling ke Bali masih sangat tinggi mencapai 50–60 persen, meskipun dalam situasi Covid-19. Terlebih lagi memasuki Agustus yang merupakan waktu untuk berlibur.

“Begitu pengumuman dibuka kembali penerbangan ke Bali, tamu juga butuh waktu untuk melakukan persiapan administrasi,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia IB Agung Partha Adnyana turut mengamini kembali dibukanya sektor pariwisata, namun Ia menekan untuk tidak terburu-buru. Standar Operasional juga harus difikirkan secara matang agar tidak terjadi kecerobohan yang dapat merusak citra Bali kedepannya.

"Kami buat wisatawan semakin yakin untuk berkunjung, terutama domestik," katanya.

Menurutnya, ada beberapa lokasi yang perlu ditekankan SOP Kesehatannya ketika pariwisata kembali di buka dengan konsep the new normal, seperti di Bandara, ruang transportasi publik, hotel, restoran dan daerah tujuan wisata (DTW).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali New Normal
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top