Waspada Gelombang Kedua, Inggris Larang Wisatawan Kunjungi Daerah Wisata

Saat Inggris memberlakukan pelonggaran karantina, pemerintah masih melarang wisatawan mengunjungi sejumlah daerah di Inggris.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  12:25 WIB
Waspada Gelombang Kedua, Inggris Larang Wisatawan Kunjungi Daerah Wisata
Cornwall masih menutup lokasi wisata untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid/19) gelombang kedua/Sky News

Bisnis.com, JAKARTA- Sejumlah daerah di Inggris meminta para wisatawan untuk tidak melakukan perjalanan satu hari setelah perdana menteri menyatakan akan melonggarkan karantina.

Daerah-daerah tersebut khawatir kedatangan para turis sehingga berpotensi membangkitkan penyebaran virus corona (Covid-19) gelombang kedua.

Kepala Pariwisata di Cornwall dan Cumbria adalah pihak-pihak yang menyatakan kekhawatirannya terkait dengan rencana pelonggaran karantina tersebut. Mereka meminta orang-orang tidak mengunjungi daerahnya untuk perjalanan satu hari atau tinggal sampai aman.

Mereka khawatir orang pada berbondong-bondong datang ke tempat-tempat wisata dan memicu gelombang kedua kasus Covid-19.

Dilansir dari Sky, Jim Walker, ketua Cumbria Tourism, mengatakan dirinya terkejut dengan pernyataan Perdana Menteri Boris Johnson mengenai kebijakan pelonggaran pembatasan perjalanan yang akan dilakukannya. Kebijakan tersebut diyakininya dapat memiliki dampak parah bagi Cumbria.

"Cumbria memiliki salah satu tingkat infeksi tertinggi untuk coronavirus di Inggris," katanya dilansir Bisnis pada Rabu (13/5/2020).

Dia menuturkan kedatangan para turis dapat dengan mudah mengganggu semua langkah yang telah dilakukan oleh Cumbria dengan sangat baik hingga saat ini untuk mengelola situasi pandemi Covid-19.

"Karena itu kami terus mempromosikan pesan bahwa Cumbria tertutup bagi pengunjung, walaupun kami benar-benar menantikan saat bisnis kami akan dibuka kembali dan kami dapat menyambut orang-orang kembali ke daerah kami yang indah," katanya.

Sementara itu dewan pariwisata Cumbria dalam kicauannya di media sosial mengungkapkan pihaknya tengah menunggu perincian lebih lanjut terkait rencana perdana menteri tersebut. Dia menekankan keselamatan warga merupakan yang utama dan harus didahulukan.

"Untuk saat ini, bisnis pariwisata di Cumbria tetap tutup dan kami mendesak semua orang untuk terus #StayHome," tulisnya.

Sentimen Walker terkait dengan rencana pelonggaran karantina digemakan oleh Malcolm Bell, Kepala Eksekutif Visit Cornwall. dia mengatakan kepada masyarakat di Inggris untuk tetap berada di rumah.

"Kami tidak percaya pengumuman pemerintah berarti kekuasaan penuh - kebebasan total - bagi siapa saja yang bepergian dari luar daerah untuk kunjungan sehari," katanya.

"Tidak ada tempat untuk tinggal. Ada tempat yang sangat terbatas untuk makan, selain dibawa pulang," tambahnya.

inggris masih menutup daerah wisata mencegah virus corona
Cumbria masih melarang wisatawan mengunjungi daerah wisata untuk menghindari penyebaran virus corona lanjutan./Sky News

Dia mengatakan akan mencari kejelasan dan panduan lebih lanjut dari pemerintah tentang apa arti sebenarnya dari perubahan kebijakan itu. Menurutnya, sangat penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi rencana dan dampaknya terhadap pariwisata, tetapi penduduk Cornwall dan komunitas yang ada juga sangat penting.

Dia menegaskan pihaknya berkomitmen untuk menjalankan tugas dalam melindungi penduduk lokal dan masyarakat di Cornwall selain melindungi masa depan industri pariwisata. Jadi, dia meminta orang untuk menjauhi Cornwall dan tinggal di dalam rumah.

"Rencanakan istirahat di masa depan ke Cornwall ketika aman untuk melakukannya," katanya.

Senada, Tourism Cotswolds mengungkapkan pihaknya berharap pertemuan menteri pada minggu ini akan mengklarifikasi situasi yang terjadi.

Pihaknya berasumsi bahwa pesan yang disampaikan oleh perdana menteri adalah orang-orang bebas untuk menikmati taman dan pantai yang berada dekat dengan tempat tinggal mereka dengan tetap menjaga jarak sosial sejauh mungkin.

"Namun, dengan bisnis perhotelan ditutup hingga setidaknya Juli - bersama dengan banyak tempat parkir dan toilet umum - sulit untuk melihat bagaimana atau mengapa ada orang yang bisa / harus bepergian jauh dari rumah," katanya.

"Kami jelas tidak akan mendorong siapa pun untuk mengunjungi Cotswolds sebelum bisnis perhotelan terbuka untuk menyambut mereka," tambahnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, destinasi wisata, Virus Corona

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top