Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eksplorasi Kemegahan Negeri Seribu Pagoda

Myanmar yang juga dikenal dengan nama Burma, telah menjadi impian banyak pelancong dalam beberapa tahun terakhir. Andalan utama dari negera yang pernah dipimpin oleh rezim militer itu adalah wisata bangunan bersejarah atau wisata arsitektur.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 19 April 2020  |  08:13 WIB
Pagoda, Myanmar
Pagoda, Myanmar

Bisnis.com, JAKARTA - Myanmar, bagi sebagian orang barangkali bukan negara yang akan terbersit untuk dikunjungi sebagai tujuan wisata atau berlibur di antara negara Asia Tenggara lain. Akan tetapi, bukan berarti negara ini benar-benar harus dilewatkan dari daftar perjalanan yang akan Anda lakukan.

Myanmar yang juga dikenal dengan nama Burma, telah menjadi impian banyak pelancong dalam beberapa tahun terakhir. Andalan utama dari negera yang pernah dipimpin oleh rezim militer itu adalah wisata bangunan bersejarah atau wisata arsitektur.

Sebutannya saja Negeri Pagoda Emas atau yang lainnya menyebut sebagai Negeri Seribu Pagoda. Tak sedikit kota-kota utama di negera itu yang memiliki bangunan candi atau pagoda megah nan memukau yang menjadi daya tarik bagi pelancong di seluruh dunia.

Bila memutuskan berkunjung ke Myanmar, dua kawasan yang wajib dijelajahi adalah Yangon dan Bagan. Yangon merupakan kota terbesar di negara ini. Dulunya bahkan sempat menjadi ibukota negara sebelum akhirnya dipindah ke Naypyidaw.

Yangon biasanya menjadi tempat singgah pertama para pelancong luar negeri yang berpergian ke Myanmar. Sebelum berpindah ke wilayah-wilayah lain, kota dengan nuansa dan kesan kuno ini harus dieksplorasi karena menawarkan pengalaman intim dengan banyak aktivitas masyarakat lokal.

Mencicipi ragam kuliner khas Myanmar seperti Laphet Thohk, Nga Htamin, Hto-hpu Nwe, Mohinga atau jajanan yang lain bisa jadi pilihan dalam rencana kegiatan di kota Yangon. Santap nikmat hidangan ini diperlukan untuk mengisi tenaga dalam rangka ‘blusukan’ ke berbagai landmark yang ada di kota tersebut.

Jika harus menyebut satu tempat yang kudu disambangi di kota Yangon, itu adalah Shwe Dagon Pagoda. Ikon agung masyarakat Myanmar yang dipuja sebagai tempat ibadah paling penting. Pagoda yang berwarna emas mengkilap ini boleh dibilang sebagai satu ikon utama dari Myanmar secara keseluruhan.

Tentu tak hanya itu bangunan megah yang akan memukau para pelancong. Yangon masih memiliki sejumlah arsitektur kolonial berusia lebih dari 2.000 tahuh lainnya yang tak kalah menarik.

Misalnya saja Sule Pagoda, Bo Ta Htaung Pagoda, Kandawgyi Garden, Downtown Yangon, dan masih banyak lagi. Semua tempat ini bisa dijangkau menggunakan taksi, bus umum, atau kendaraan sewaan. Mungkin juga berjalan kaki ke beberapa tempat sambil menikmati tanah Burmese (orang Myanmar).

Setelah puas dengan kehidupan di jantung kota Myanmar, tujuan favorit para pelancon selanjutnya adalah Bagan, Mandalay. Barangkali, wilayah inilah yang menjadi obyek utama para wisatawan. Yangon hanya sebagai tempat kedatangan dan melepas lelah setelah perjalanan udara.

Wilayah Bagan berjarak ratusan kilometer dari pusat kota Yangon. Umumnya, dua jenis transportasi yang sering digunakan adalah pesawat domestik (Yangon-Nyang U) dengan estimasi perjalan sekitar 1 jam dan bus malam (Yangon-Bagan) dengan kira-kira 9 jam perjalanan darat.

Bagan merupakan kota kuno yang pada abad ke-9 hingga ke-13 merupakan ibu kota dari Kerajaan Pagan. Diketahui setidaknya ada sekitar 3.000 pagoda dan candi di kawasan tersebut yang masih eksis hingga hari ini. Karenanya, kawasan ini resmi ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage pada 2019 lalu.

Para pelancong yang datang ke wilayah Bagan, khususnya wisatawan mancanegara akan dikenakan sejumlah biaya dalam bentuk kyat (mata uang Myanmar) atau dolar, sebagai tiket masuk dan akses untuk menjelajahi seluruh bangunan yang ada di kawasan tersebut.

Setelah membayar, wisatawan bisa mengeksplorasi sebagian besar tempat yang ada di sana. Masuk ke kawasan Bagan berarti masuk ke ‘dunia kerajaan kuno’ yang memberikan kesan tersendiri. Bangunan-bangunan batu megah akan dapat dilihat ke manapun kaki melangkah.

Wilayah kuno ini memiliki sejumlah tempat ikonik yang patut masuk dalam daftar wajib untuk dikunjungi seperti Ananda Temple yang menyimpan empat patung besar Buddha, Shwezigon Pagoda dengan stupa raksasa emas, atau Dhamayangi Temple yang menampilkan tembok bata a la bangunan kerajaan-kerajaan dahulu.

Bagan juga punya satu atraksi unik yang bisa dilakukan, yakni melihat matahari terbit (sunrise) atau terbenam (sunset) di antara bangunan megah pagoda dan candi dari balon udara. Ada banyak operator balon udara yang menawarkan layanan ini dengan kisaran harga mulai dari Rp5 juta per orang.

Satu hal yang perlu diperhatikan ketika mengujungi Bagan adalah menggunakan pakaian tertutup. Baju berlengan dan celana panjang. Untuk perempuan maupun laki-laki. Pasalnya, kawasan ini merupakan tempat aktif para warga untuk beribadah, oleh sebab itu norma kesopanan perlu diperhatikan ketika memasuki berbagai kuil dan pagoda.

Tips lain yang perlu dikehatui, waktu paling ideal mengunjungi bagan ialah mulai pagi hingga sore. Pada malam hari, tak banyak aktivitas yang dilakukan sehingga kembali ke tempat penginapan menjadi pilihan yang tepat. Selain itu, menggunakan kacamata, masker, dan tabir surya sangat disarankan untuk menghalau debu dan terik sinar matahari pada siang bolong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

traveling myanmar
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top