Industri Mamin Potensial, MBV Akan Buka 250 Gerai Xi Ji

Mitra Boga Ventura (MBV) berkolaborasi dengan KULO Group akan meluncurkan produk snack ayam siap saji, Xi Ji Street Snack (Xi Ji).
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  14:56 WIB
Industri Mamin Potensial, MBV Akan Buka 250 Gerai Xi Ji
Chief Executive Officer Mitra Boga Ventura (MBV) Michael Marvy Jonathan (tengah) bersama Direktur Marketing Kulo Group Michael Bunyamin (kiri) berbincang dengan staff management saat peresmian gerai makanan ringan Xi Ji di Kawasan Gandaria, Jakarta, Rabu (18/3/2020) - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Potensi industri makanan dan minuman nasional dinilai masih terbuka di tengah gejolak ekonomi global dan ancaman penyebaran virus corona (Covid - 19).

Michael Marvy Jonathan, petinggi grup Mitra Boga Ventura (MBV), waralaba di industri makanan dan minuman, mengatakan pihaknya masih optimistis potensi pasar sektor itu masih terbuka. Oleh karena itu, jelasnya, MBV berkolaborasi dengan KULO Group membidik bisnis snack ayam siap saji.

Pihaknya akan meluncurkan merek baru dengan nama Xi Ji Street Snack (Xi Ji).

"Ini terinspirasi dari perkembangan tren yang saat ini terjadi di Taiwan, di mana minuman bubble tea bergandengan dengan produk snack ayam goreng," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (19/3/2020).

Michael mengatakan gerai pertama Xi Ji akan diluncurkan pada 20 Maret 2020 dan wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pada 10 April 2020, MBV dan KULO Group akan membuka 250 gerai Xi Ji lainnya di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pangsa pasar yang coba dibidik Xi Ji adalah kelas menengah yang saat ini populasinya terus bertambah.

"Semua outlet Xi Ji tersebut akan dikembangkan melalui konsep kemitraan dan tersebar di sejumlah kota di Tanah Air seperti Jabodetabek, Bandung, Medan, Surabaya, Palembang, Bali, Pontianak, Makassar, Pekanbaru, Jember, Pati, Magelang, dan kota-kota lainnya," ujarnya.

Michael menambahkan pihaknya menargetkan sebelum Lebaran nanti, sekitar 50-100 outlet sudah bisa dibuka.

“Ini konsep kemitraan, jadi yang bekerja bukan hanya kami saja, melainkan juga para mitra. Selain itu, para mitra juga ingin cepat-cepat membuka outlet dengan harapan agar modal mereka segera kembali. Sebab, mereka sudah mengeluarkan biaya, seperti sewa tempat, biaya kemitraan, dan lainnya,” jelas Michael.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner, waralaba, cepat saji

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top