Konsumsi Kopi Membuat Orang Lebih Fokus

Ada kabar baik bagi penikmat kopi yakni mengonsumsi kopi dapat menambah fokus seseorang.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 Maret 2020  |  16:20 WIB
Konsumsi Kopi Membuat Orang Lebih Fokus
Barista melakukan roasting kopi di salah satu produsen kopi di Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih fokus.

Dilansir dari Healthline, Minggu (15/3) penelitian tersebut melibatkan 80 peserta yang diberikan pil kafein sebanyak 200 miligram atau setara dengan satu cangkir kopi kental.

Melalui studi penelitian ini, para peneliti melakukan pengecekan terhadap beberapa variabel yang dikaitkan dengan kafein pada kopi seperti pemikiran konvergen (pemecah masalah) dan divergen (penghasil ide), memori, serta suasana hati.

Hasilnya menunjukkan bahwa kafein berpengaruh terhadap pemikiran konvergen bukan divergen. Selain itu, mereka mengungkap kafein juga tidak secara signifikan memengaruhi memori kerja dan suasana hati.

Kristin Kirkpatrick, penulis buku Skinny Liver mengatakan dirinya tidak terkejut dengan temuan penelitian tersebut. Dia mengatakan bahwa studi-studi sebelumnya juga tidak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan tingkat kreativitas seseorang.

“Kreativitas seseorang itu sangat pribadi, meskipun menarik [anggapan bahwa kopi berkorelasi dengan kreativitas], saya tidak yakin apa hubungannya atau dampaknya dengan konsumsi kopi atau kafein,” katanya.

Sementara itu, Andy De Santis yang merupakan ahli diet tersertifikasi mengatakan bahwa memang baru ada sedikit bukti tentang hubungan kopi dengan kemampuan seseorang mengambil keputusan atau melakukan tugas yang lebih kompleks.

Namun demikian, dia beranggapan bahwa penelitian anyar ini tidak sepenuhnya menutup kemungkinan antara kedua hal tersebut. Artinya, harus ada lebih banyak penelitian yang dilakukan sehingga menambahkan bukti dan fakta terkait.

“Bagi saya, tidak berarti studi ini secara definitif menutup kesimpulan tentang kafein dan kreativitas,” tandasnya.

Selain tentang penelitian tersebut, laporan dari Healthline juga menyatakan bahwa ada kemungkinan konsumsi kopi atau kafein justru berdampak sebaliknya dan menjadikan seseorang lebih sulit untuk fokus.

De Santis menjabarkan, kafein memberikan stimulasi pada tubuh yang pada gilirannya berpotensi meningkatkan kinerja seseorang. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku jika seseorang sudah merasa kelelahan terlebih dahulu.

“Hubungan [positif] itu hanya bekerja sampai titik kritis tertentu. Terlalu banyak stimulasi [misalnya terlalu banyak kafein] justru akan mengurangi kinerja kita dengan membuat kita lebih sulit untuk fokus,” ujarnya.

Adapun, Kirkpatrick menambahkan bahwa batasan konsumsi kafein seseorang berbeda-beda tergantung pada genetiknya. Beberapa orang memiliki metabolisme yang cepat terhadap kafein, sementara yang lainnya memiliki metabolisme yang lambat.

Menurutnya, sebagian besar orang tahu bagaimana tubuh mereka bereaksi terhadap kafein. Jadi, kewaspadaan dan mengenal diri sendiri menjadi faktor kunci untuk menentukan berapa konsumsi kopi yang bisa ditangani.

“Jika Anda merasa gelisah, gugup, dan tidak bisa tidur di malam hari karena komsumsi kopi, itu mungkin bukan stimulan yang tepat untuk Anda,” kata Kirkpatrick.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top