Garuda Lakukan Lobi-lobi, Setelah Gagal Terbang ke Arab Saudi

Garuda Indonesia bertanggung jawab atas para jemaah yang telah memiliki visa umrah dan siap berangkat ke tanah suci.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  19:11 WIB
Garuda Lakukan Lobi-lobi, Setelah Gagal Terbang ke Arab Saudi
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA - Garuda Indonesia masih mengkomunikasikan dengan kementerian terkait dengan pemberhentian izin perjalanan ibadah umrah ke situs-situs suci Mekkah dan Madinah akibat penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan akan fokus dan bertanggung jawab atas para jemaah yang telah memiliki visa umrah dan siap berangkat. Termasuk, sambungnya, bagi yang tengah menjalani umroh di tanah suci dan segera dijadwalkan untuk kembali ke Tanah Air.

“Beberapa sudah berangkat, GA 860 tetap berangkat dengan berisi penumpang. Tapi maaf kami barusan dapat info ditolak berangkat. Jadi sudah antre di check in counter tapi dinyatakan tidak boleh berangkat. Kami lagi pikirkan caranya untuk semua pihak,” jelasnya, Kamis (27/2/2020).

Irfan menyebut, sejumlah upaya yang tengah dilakukan yakni melobi sejumlah kementerian terkait untuk berkomunikasi dengan pemerintah dan Duta besar Arab Saudi. Peristiwa ini menyebabkan kebingungan lantaran larangan yang baru dilakukan pada pagi hari ini tetapi sudah langsung efektif berlaku pada hari yang sama.

Maskapai pelat merah tersebut juga berkomitmen untuk membawa pulang jemaah yang tengah umrah agar bisa kembali ke tanah air.

Saat ini maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut memiliki jadwal empat penerbangan ke tanah suci, yakni dua rute ke Jeddah dan dua rute ke Madinah dengan menggunakan pesawat berbadan besar.

Direktur baru garuda tersebut mengharapkan agar peristiwa ini dapat disikapi dengan pendekatan empati. Terutama untuk menjaga perasaan masyarakat yang baru pertama kali menjalankan umrah dan sudah di bandara tetapi harus dibatalkan.

Terkait dengan implikasinya, Irfan menyebutkan tak mau membahasnya lebih jauh. Maskapai BUMN tersebut lebih memilih fokus pada kepentingan penumpang yang sudah umrah.

“Tapi buat kita jangan bahas untung-untungan-an dulu deh. Ini udah pasti timbulkan kerugian tapi kita bukan perusahaan yang ngomel soal kerugian. Ini tantangan direksi dan komisaris untuk memperbaiki dalam keadaan apapun,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Garuda Indonesia, umrah

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top