Dukung Pariwisata Asean, OYO Gelontorkan Rp2,7 Miliar

Virus corona telah melemahkan industri pariwisata. Kondisi tersebut membuat OYO harus menggelontorkan dana bagi mitra-mitra, guna memberikan daya juang di tengah lesunya bisnis pariwisata.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  19:25 WIB
Dukung Pariwisata Asean, OYO Gelontorkan Rp2,7 Miliar
OYO Hotels & Homes - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Virus corona (Covid-19) memberikan dampak kurang baik kepada industri pariwisata. Sebab, hotel-hotel hingga pertokoan di berbagai destinasi wisata terpaksa tidak beroperasi untuk menghindari penyebaran virus tersebut.

Bahkan, Bank Indonesia melakukan penurunan suku sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen untuk menggairahkan aktivitas industri pariwisata. Kali ini OYO juga akan mengguyurkan dana senilai Rp2,7 miliar untuk mitra di Asia Tenggara, guna menggairahkan bisnis pariwisata.

Mandar Vaidya, CEO OYO Asia Tenggara, Jepang & Timur Tengah mengatakan, Asia Tenggara menjadi salah satu pasar prioritas yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi OYO.

Di lain pihak, WHO dan beberapa negara telah mengeluarkan sejumlah himbauan bagi warga negaranya untuk tidak mengunjungi sejumlah negara dan kota dimana wabah tersebut telah merebak. Dalam kondisi tersebut, OYO, fokus berjuang membantu mitranya yang berada di wilayah terdampak, sekaligus turut menjaga iklim industri pariwisata agar berangsur kondusif.

“Kami juga terus memaksimalkan pemanfaatan solusi teknologi kami yang memberikan pengalaman check-in, check out, dan pembayaran online yang mudah dan tidak repot, guna meminimalkan kontak antar manusia,” kata Mandar dikutip dari keterangan pers, Kamis (20/2/2020).

OYO pun telah berkomitmen untuk memberikan dana sebesar US$200 ribu, atau Rp2,7 miliar di Asia Tenggara yang akan dialokasikan untuk membantu para mitra pemilik aset dan anggota keluarga mereka di daerah-daerah yang terkena dampak corona. Mandar dan tim kepemimpinan OYO untuk Asia Tenggara juga menyumbangkan sebagian dari gaji mereka pada Februari 2020 untuk menyokong tujuan tersebut.

Mandar memerinci industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak oleh merebaknya wabah virus corona. Sebelumnya, inisiatif yang telah dilakukan OYO untuk turut membantu penanggulangan virus corona di China yakni menggelontorkan dana lebih dari Rp1,9 miliar.

Dia mengharapkan agar inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut memberikan dukungan bagi mereka yang terdampak virus corona. Mandar juga berharap wabah ini dapat segera mereda dan situasi kembali kondusif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, Suku Bunga, virus corona

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top