Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Insentif Pariwisata: Kemenparekraf Hanya Bisa Bantu Promosi

Di tengah tekanan virus corona, Kementerian Pariwisata akan memberikan insentif bagi pelaku industri pariwisata, dalam bentuk promosi. Promosi tersebut diharapkan dapat menggairahkan kunjungan wisata.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  19:34 WIB
Berkano di Danau Batur bisa menjadi alternatif kegiatan wisata ketika berlibur di Bali. - Bisnis/Tim Jelajah Jawa/Bali 2019
Berkano di Danau Batur bisa menjadi alternatif kegiatan wisata ketika berlibur di Bali. - Bisnis/Tim Jelajah Jawa/Bali 2019

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah masih dalam proses merumuskan perhitungan insentif untuk pariwisata.  Kendati , Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan pihaknya hanya bisa memberikan insentif berupa bantuan promosi kepada para pelaku industri, online travel agent (OTA) dan maskapai.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Rizki Handayani mengatakan  sebetulnya saat ini yang menjadi fokus dari Kemenpar adalah bagaimana mendorong permintaan dari dalam negeri.

“Jadi pak presiden kan juga ngomong kan airlines, kita juga mungkin deal dengan package-package, kami juga sudah bicara dengan yang pertama adalah bukan hanya dari segi supply, tapi juga gimana kita mendorong demand. Demand ini kan market lokal/ domestik akan  kita dorong,” jelasnya, Rabu (19/2/2020).

Rizky menuturkan beberapa hari ini pihaknya sedang berkonsultasi dengan sejumlah maskapai dalam negeri, kementerian lembaga terkait hingga OTA untuk membuat paket wisata yang menarik dengan harga yang kompetitif.

“Ini masih on the proses, jadi ada beberapa finalisasi. Kemenpar akan bantu promosikan, kita gak bilang akan kasih insentif ke mereka. Tapi kan mereka bisa dapat bisnis, bisnisnya itu didapat dari kita mempromosikan mereka,” jelas Rizky.

Selain wisatawan domestik, yang juga didorong oleh pemerintah adalah MICE dalam negeri. Rizky mengatakan, pihaknya tengah mendorong Kementerian dan Lembaga untuk melakukan event atau meeting di destinasi-destinasi yang sangat terdampak dengan COVID-19 seperti Bali, Batam dan Manado.

“Kedua dari MICE, sebetulnya kami mendorong untuk pertemuan K/L untuk dilakukan terutama di destinasi yang sangat terdampak. Bali, Batam sama Manado. Apalagi, Bali itu 50% mengandalkan dari pariwisata.”

Adapun, sebetulnya skema insentif ini tidak hanya untuk wisatawan domestik melainkan juga untuk wisatawan mancanegara. “Tapi wisman kan market yang lagi sakit, kita gak bisa memprediksi sampai kapan. Market domestik kita masih oke.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kemenpar
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top