Mbok Ndoro, Santapan Pelepas Rindu Kampung Halaman

Siapa yang tak suka dengan makanan rumahan. Sepertinya semua orang menyukainya, terutama masakan olahan ibu di rumah.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  21:38 WIB
Mbok Ndoro, Santapan Pelepas Rindu Kampung Halaman
Salah satu menu masakan di Mbok Ndoro - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Siapa yang tak suka dengan makanan rumahan. Sepertinya semua orang menyukainya, terutama masakan olahan ibu di rumah.

Tapi, di perkotaan memang agak sulit untuk mendapatkan makanan rumahan yang enak, dan cocok di lidah. Apalagi, di restoran-restoran mewah di kota Jakarta. Karena itu seringkali kita rindu masakan rumahan.

Untuk memuaskan hasrat kangen itu, rumah makan Mbok Ndoro hadir di M Bloc Space, ruang komunitas milenial di Jakarta Selatan yang kini sedang naik daun.

Sesuai dengan menu rumahan yang disajikannya, nama tempat makan inipun disesuaikan dengan unsur "ndeso" yakni Mbok Ndoro. Yang artinya Mbok adalah sebutan yang berarti ‘ibu’ dalam Bahasa Jawa. Sementara Ndroro artinya ‘tuan’ atau ‘nyonya’ sehingga Mbok Ndoro adalah nyonya besar.

Dengan interior dinding berwarna kuning dan putih, Mbok Ndoro menghadirkan rupa-rupa masakan rumahan khas Jawa Tengah. Misalnya saja; bakmi Jawa, sego goreng, mie lethek, pepes tahu, oseng tahu sawi, cumi asin cabe ijo, oseng tumpang, dan oseng mercon.

Oseng mercon dan oseng tumpang adalah dua menu andalan dari lima menu favorit di Mbok Ndoro. Ditemani sepiring nasi putih, dan oseng mercon sukses mengenyangkan perut para perantau. Maklum saja, oseng mercon berisi daging sapi, tahu, tetelan yang diramu dengan cabai merah, bawang putih dan bawang merah yang dimasak oseng. Dominasi cabai rawit dalam masakan ini memberikan sensasi pedas di lidah para penikmatnya.

Menurut Mega Dyah Utami, Corporate Marketing and Branding Executive AR Hospitality selaku manajemen Mbok Ndoro banyak pekerja kantoran di sekitar Jakarta Selatan yang mau makan siang di Mbok Ndoro. Maklum saja, harga masakan di Mbok Ndoro relatif terjangkau untuk milenial pekerja yakni Rp20.000 sampai Rp35.000 yang terdiri dari nasi beserta lauk atau sayur.

“Mbok Ndoro ini memang berniat menghadirkan masakan rumahan, masakan Simbok yang sederhana saja, buat perantau yang rindu masakan ibu atau masakan nenek,” tutur Mega kepada Bisnis.

Mbok Ndoro sendiri sudah berjualan sejak tahun 2000-an di sebuah warung lesehan ruko Sudirman Park, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jakarta Pusat. Saat itu desain interior rumah makan Mbok Ndoro juga hanya beralaskan tikar dengan meja panjang.

Menu masakan Si Mbok dulu dan sekarang pun tak jauh berbeda yakni; nasi liwet, pecel, oseng mercon, tahu bacem, dan aneka sate yang gurih. Sayangnya, pada 2013 Simbok sempat berhenti berjualan untuk melanjutkan studi, hingga 2015 Simbok mulai berdiri kembali dengan asuhan AR Hospitality.

Mega mengatakan, selain pada jam makan siang, pengunjung Mbok Ndoro juga kian ramai jelang jam pulang kantor. Selain oseng mercon, wedang tape hijau, hinga es krim Jowo dengan rasa klepon.

“Karena disini tak melulu orang buffet, tetapi kan orang mau nongkrong saja. Jadi biasanya makan es krim Jowo atau wedang tape hijau juga soda gembira,” tuturnya.

Selain minuman dingin, Mbok Ndoro juga menyediakan minuman panas untuk menghapus dinginnya Jakarta. Sebut saja ramuan rempah-rempah khas Jawa Tengah antara lain; wedang jahe, wedang uwuh, wedang jeruk, dan kunyit asam. Beberapa menu cemilan pendamping minuman antara lain; pancake Jowo, dan tape goreng.

Sejak terlahir kembali dengan tampilan yang modern, Mbok Ndoro beroperasi dari Senin-Sabtu pukul 10.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, sementara khusus hari Minggu Mbok Ndoro mulai beroperasi pada pukul 07.00 WIB sampai 22.00 WIB. Mega beralasan, Mbok Ndoro sengaja hadir sejak pagi untuk memuaskan rasa lapar para pegiat car free day di sekitaran Sudirman sampai Senayan. Oleh sebab itu, jika anda berkesempatan mampir ke Mbok Ndoro usai berolahraga, maka anda akan menemukan bubur ketan, ataupun bubur sumsum.

Mega menambahkan, antusiasme terhadap masakan daerah terbukti karena pada akhir Februari 2020 mendatang, Mbok Ndoro akan membuka cabang baru di Sabang, Jakarta Pusat. Ekspansi ini menurut Mega mencerminkan potensi bisnis dalam memuaskan hasrat rindu pekerja dan perantau di ibu kota masih cukup besar. Apalagi, dengan filosofi Jawa andalan Mbok Ndoro yaitu ‘lemu pangkal sugih’ yang artinya gemuk akan membawamu menjadi orang kaya. Filosofi atau motto Mbok Ndoro ini diyakini Mega sebagai kiat sukses untuk menjamin para pelanggan tetap setia mampir dan mencicipi menu masakan Si Mbok.

“Kehadiran Mbok Ndoro menjamin masakan daerah khususnya masakan Jawa tetap populer dan disukai siapapun, khususnya para perantau. Sebab tidak semua orang punya kesempatan untuk pulang ke kampungnya,” ungkap Mega.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top