Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Syariat Islam tak Halangi Pengembangan Pariwisata di Aceh

Pemerintah Provinsi Aceh menegaskan syariat Islam tak menjadi penghambat pengembangan pariwisata di Aceh. Apalagi wilayah itu telah berkomitmen untuk mengembangkan wisata halal.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 21 Desember 2019  |  22:20 WIB
Warga mandi sambil menikmati suasana matahari terbit awal tahun 2019 di kawasan objek wisata pantai Desa Gampong Teungoh, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (1/1/2019). - ANTARA FOTO/Syifa Yulinna
Warga mandi sambil menikmati suasana matahari terbit awal tahun 2019 di kawasan objek wisata pantai Desa Gampong Teungoh, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (1/1/2019). - ANTARA FOTO/Syifa Yulinna

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Aceh menegaskan syariat Islam tak menjadi penghambat pengembangan pariwisata di Aceh. Apalagi wilayah itu telah berkomitmen untuk mengembangkan wisata halal.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan tidak ada benturan antara syariat Islam dengan pariwisata di Serambi Mekkah. Menurutnya, Aceh telah lama dikenal sebagai destinasi wisata yang memperkenalkan syariat Islam dengan baik.

"Karena branding kita itu wisata halal. Katakan ada wisatawan mancanegara datang ke Aceh, dia akan berpakaian ala syariat dan itu sejauh ini tidak ada masalah," katanya di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Dia menyebut dengan branding wisata syariat, wisatawan mulai memahami bahwa hukum cambuk sebagai sesuatu yang beradab karena ditangani sesuai SOP yang berlaku.

Pihaknya hingga kini terus melakukan sosialisasi secara masif termasuk perihal cambuk. Selama ini kata dia, pemerintah telah memiliki standar yang baik sehingga tidak melanggar HAM.

Di sisi lain, Aceh terus mengokohkan diri sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia. Apalagi dengan banyaknya makam para raja menjadi daya tarik wisatawan luar negeri, khususnya dari Malaysia.

"Mereka berziaran ke Aceh, ada situs kerajaan dan ulama-ulama yang erat kaitannya dengan Malaysia, seperti Putri Pahang atau Putro Phang. Kita sudah mantap dengan tema wisata kita adalah wisata halal," terangnya.

Pada 2018, kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 2,5 juta orang atau naik sekitar 20 persen dibandingkan dengan 2017. Tahun ini, kunjungan wisata diperkirakan mencapai 3 juta orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aceh
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top