Gojek Ingin Lebih Banyak UMKM Kuliner Tampil di GoFood Festival

Gojek berniat merangkul lebih banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner lokal untuk masuk ke dalam tahapan ekonomi bisnis berbasis digital.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  15:27 WIB
Gojek Ingin Lebih Banyak UMKM Kuliner Tampil di GoFood Festival
GoFood Festival - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Gojek berniat merangkul lebih banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner lokal untuk masuk ke dalam tahapan ekonomi bisnis berbasis digital.

Hadirnya GoFood Festival di Jakarta terbukti membuat UMKM Kuliner di Ibu Kota semakin berkembang dan diburu oleh banyak konsumen baru.

Tak sedikit UMKM kuliner yang telah bergabung mendapatkan omzet penjualan yang memuaskan. Gojek melalui GoFood Festival menegaskan komitmennya yang kuat dalam mendukung keberlangsungan UMKM kuliner di Jakarta.

Komitmen itu dibuktikan dengan kemudahan yang diberikan pihak Gojek, di antaranya para pengusaha bisnis mikro ini tidak harus menyediakan budget di awal alias gratis untuk menyewa booth, jasa pelayan, dan peralatan masak yang dibutuhkan.

Merchant-merchant yang terdaftar sebagai mitra GoFood ini juga berkesempatan diserbu pengunjung. Pasalnya, GoFood Festival menyediakan satu tempat menyenangkan serta dekorasi yang akan membuat pengunjung betah berlama-lama.

GoFood Festival mengadopsi konsep pujasera yang terdiri dari beragam merchant GoFood dan mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen yang selama ini hanya bertransaksi secara online.

Selain itu, GoFood Festival juga mengakomodir merchant yang kesulitan menjangkau konsumen karena lokasi restoran yang berjauhan dengan tempat para pelanggannya.


VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek Rosel Lavina menyatakan bahwa Gojek mengadakan program ini guna menyejahterakan mitra-mitranya dan selalu berupaya menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi dalam keseharian masyarakat, sambil terus menciptakan dampak sosial bagi seluruh mitra.

“Gojek terus mengapresiasi sekaligus membantu mitra kami melalui kegiatan yang dampaknya bersifat jangka panjang,” katanya dalam rilis, Selasa (10/12/2019).

Sementara itu, Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) Turro S. Wongkaren mengatakan perusahaan teknologi memang sebaiknya berorientasi pada kesejahteraan mitra, permintaan, memberi nilai tambah, menyerap tenaga kerja, dan memperhatikan kebahagiaan masyarakat atau tenaga kerjanya.

“Orientasi ini harus dimiliki perusahaan untuk menyambut masyarakat 5.0 seperti yang pernah dicetuskan pemerintah Jepang, bahwa teknologi harus melayani masyarakat,” jelasnya dikutip dari laman feb.ui.ac.id.

Dalam laman tersebut juga disebutkan bahwa LD FEB UI telah melakukan survei terhadap terhadap kontribusi yang dihasilkan oleh para mitra dari berbagai layanan Gojek, termasuk mitra GoFood menggunakan instrumen The Satisfaction with Life Scale (SWL).

Hasil riset tersebut menunjukkan mitra Gojek berada di level antara cukup puas dan puas dengan hidupnya.

Hasil riset tersebut juga mengestimasikan kontribusi Gojek terhadap perekonomian Indonesia berada di kisaran Rp44,2 triliun sampai Rp55 triliun jika menggunakan asumsi 100 persen mitra aktif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner, Gojek, Go Food

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top