Membangkitkan Industri MICE di kancah Internasional

Keputusan pemerintah untuk membentuk Deputi Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE) di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dinilai dapat membangkitkan destinasi MICE Indonesia di kancah internasional.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 01 Desember 2019  |  07:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA –Keputusan pemerintah untuk membentuk Deputi Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE) di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dinilai dapat membangkitkan destinasi MICE Indonesia di kancah internasional.

Iqbal Alan Abdulla, Ketua Umum DPP Indonesia Congress and Convention Association/ Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia (INCCA/AKKINDO) mengatakan keberadaan deputi MICE sangat penting bukan hanya dalam konteks pengembangan destinasi MICE tapi juga untuk membawa lebih banyak kegiatan MICE internasional ke Indonesia.

Itu sebabnya, dia berharap agar sosok yang dipilih menduduki posisi deputi MICE memiliki kemampuan diplomasi internasional. “Kita usulkan figur yang menduduki jabatan deputi MICE ini adalah figur yang mempunyai kemampuan diplomasi tingkat internasional, dan memiliki pengalaman dalam berhubungan dengan organisasi multilateral (IGO’s), NGO, international association dan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini terdapat puluhan ribu organisasi internasional di dunia. Diantaranya berada di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), ada juga yang bukan seperti asosiasi-asosiasi bisnis, profesi, keahlian dan lainnya. Organisasi ini menyelenggarakan pertemuan-pertemuan rutin tahunan, dua tahunan, tiga tahunan dan seterusnya.

Indonesia, baik itu pemerintah maupun NGO dan swasta tercatat sebagai anggota organisasi tersebut bahkan tidak sedikit dipercaya menjadi dewan eksekutif organisasi tersebut.

“Dalam konteks inilah kita perlu seseorang yang bisa memahami organisasi-organisasi ini dan melakukan terobosan untuk mendorong agar Indonesia jadi tuan rumah kegiatan pertemuan mereka. Ini bukan pekerjaan satu orang, tapi memangharus bersama-sama, termasuk dengan diplomat kita di luar negeri, maupun para organiser/ planner,” ucapnya.

Iqbal juga menyebut dengan posisi MICE seperti itu, maka cara pandang pemasaran MICE pun harus berubah dengan menyasar beberapa kota dunia yang menjadi markas besar organisasi internasional seperti Swiss (Geneve), Austria (Vienna), Inggris (London), Italia (Roma), Jerman, Berlin, Bonn), AS (New York, Washington DC) dan beberapa kota di Asia seperti Jepang, Beijing, Singapura.

“Ingat juga bahwa kota-kota ini merupakan kota-kota lahirnya perusahaan-perusahaan multinasional yang ada di seluruh dunia, jadi pasar IGO’s atau pertemuan internasional antar-pemerintahan bisa dapat sekaligus juga kegiatan meeting maupun perjalanan insentif terkait bisnis dari perusahaan multinasional,” begitu Iqbal.

Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja sama semua stakeholder Iqbal berharap Indonesia dapat menembus 10 besar negara penyelenggara kegiatan pertemuan internasional terbesar di dunia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mice

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top