Andrian Ishak Destruksi 17 Kuliner Legendaris Bandung ala Molecular Gestronomy

Pernah merasakan sensasi rasa Batagor dari sajian kue pie?
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 30 November 2019  |  13:48 WIB
Andrian Ishak Destruksi 17 Kuliner Legendaris Bandung ala Molecular Gestronomy
Chef Andrian Ihsak, seorang chef molecular gastronomy yang sukses menembus batas-batas penyajian makanan pada umumnya. JIBI/Bisnis - Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG - Pernah merasakan sensasi rasa Batagor dari sajian kue pie?

Makan es krim duren ditemani hujan yang keluar dari Ice Cream Duren Oyen atau Lotek Kalipah Apo yang tersembunyi dibalik balutan agar?

Makanan-makanan lokal tersebut benar-benar didestruksi oleh Chef Andrian Ihsak. Seorang chef molecular gastronomy kenamaan yang sukses menembus batas-batas penyajian makanan pada umumnya.

Dalam artian lebih sederhana, Andrian menyajikan 17 hidangan legendaris khas Kota Bandung dengan tampilan yang jauh berbeda dari tampilan biasanya, dan tentunya ala gastronomy molecular di Gedung PGN, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (29/11/2019) malam.

Sajian “nyeleneh” Andrian ini tidak ditemukannya dengan mudah, pencarian passionnya ini melalui langkah panjang yang tak biasa.

 Andrian mengaku keberhasilan menjadi seorang chef molecular gastronomy berkat giat eksplorasi mengenal diri hingga menemukan passion sejatinya, yaitu mendorong batas inovasi kuliner dengan memaduk kesenian dengan ilmu sains.

Selama 15 tahun dedikasi Andrian Ishak pada ilmu kuliner molecular gastronomy tak melelahkan dirinya untuk terus berkreasi menciptakan keajaiban dan pengalaman baru di dalam sebuah hidangan.

“Saya itu sebenarnya bukan seorang koki, melainkan seorang seniman. Bermula menjadi seorang gitaris, mengembangkan kecintaan saya terhadap seni dan makanan yang menghantarkan saya mempelajari teknik molecular gastronomy. Perjalanan yang cukup panjang dan berlika-liku dalam menemukan apa yang menjadi passion saya, namun it’s worth it,” ungkap Andrian Ishak.

Multi-sensory Dining

Oleh karena itu, dengan mengusung tema “Discover the local legends”, Andrian Ishak menghadirkan pengalaman multi-sensory dining yang untuk pertama kalinya mengeksplorasi, menggali, dan mendekonstruksi 17 hindangan legendaris khas kota Bandung.

Di balik tampilan penyajian yang bemain dengan mata, kerenyahan, kelembutan yang bertumbuk dalam mulut, dan perpaduan rasa berbagai rempah yang menjelajah lidah, pada setiap hidangan terdapat sejumlah anekdot pencarian, penemuan, dan perjalanan passion yang ditempuh Andrian Ishak.

“Bandung merupakan tempat yang sangat istimewa di hati saya. Bukan hanya karena makanan- makanannya, tetapi juga saksi hidup saya dalam discover dan decide apa yang membuat hidup saya menjadi lebih terarah dan penuh semangat, dan passion saya itu ternyata adalah molecular gastronomy,” katanya.

Sebagian persiapan, Andrian Ishak telah mempelajari setiap cita rasa pada makanan khas lokal Bandung dan memilih 17 hidangan legendaris untuk dinikmati dengan cara makan yang berbeda, namun tanpa menghilangkan rasa aslinya.

Salah satu makanan yang dihidangkan adalah lotek, dan yang terkenal di Bandung adalah Lotek Kalipah Apo 42 yang sudah berusia setengah abad.

Sejak berdiri tahun 1953, lotek istimewa ini tidak pernah berubah rasanya dari semenjak awal berdiri hingga saat ini.

Konsistensi

 Dengan kualitas yang terus terjaga tersebut, Andrian menemukan konsistensi sangat dibutuhkan sebagai modal utama sebuah kepercayaan, dan kepercayaan adalah dasar dari loyalitas.

Lalu, ada makanan yang tak pernah sepi pengunjung. Siapa tak kenal dengan Mie Kocok Bang Dadeng, mie yang kocok yang menggunakan 27 macam rempah-rempah.

Mi ini tidak akan bisa dinikmati secara maksimal tanpa dikocok, namun Andrian membuatnya dengan sangat menarik dengan mengajak peserta mengocok bahan-bahannya untuk membuat mi yang siap dinikmati.

Tidak kalah menarik, Andrian Ishak pun menyajikan menu Es Duren Kantin Sakinah X Es Alpukat Linggarjati sebagai hidangan penutup.

Instrumen musik metal dengan latar gemuruh petir dan visual yang menampilkan derasnya hujan menemani penyajiannya. Namun sebelum itu, yang paling unik peserta diajak untuk menggunakan jas hujan demi merasakan sensasi hujan yang sebenarnya.

Selain itu, masih banyak menu lain yang disajikan, seperti Perkedel Bondon, Kupat Tahu Gempol, Sate Kambing Hadori, dan lainnya, di mana penyajiannya turut ditemani visual dan suara yang dapat memberikan kesan tersendiri bagi para peserta yang hadir.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner, makanan, es krim

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top