Berkunjung ke Museum Ullen Sentalun, Tak Boleh Sembarang Swafoto

Tempat ini juga ingin mengakomodasi kenangan, emosi, perasaan, khayal dan menghubungkannya dengan faktor sejarah dalam sebuah lukisan sehingga dapat menghibur dan mendidik serta memberi kenyamanan dan kemudahan bagi penikmatnya.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 09 November 2019  |  07:48 WIB
Berkunjung ke Museum Ullen Sentalun, Tak Boleh Sembarang Swafoto
Jalan masuk menuju ke Museum Ullen Sentalun. - JIBI/Rachmad Subiyanto

Bisnis.com, YOGYAKARTA—Bagaimana rasanya apabila mengunjungi tempat wisata tetapi tidak boleh mengabadikannya melalui lensa? Apabila ingin merasakan jawabannya, Anda dapat berkunjung ke Museum Ullen Sentalun.

Nama museum yang terletak di Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta ini merupakan akronim dari Ulating blencong sejatine tataraning lumaku yang berarti nyala pelita sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan. Museum yang dibangun oleh keluarga Haryono ini bertujuan mewarisi nilai dan budaya Jawa.

Dalam museum ini, pengunjung tak boleh sembarangan mengambil foto dan video. Hanya ada sebagian kecil lokasi, seperti di depan pintu masuk dan ruang borobudur, yang bisa diambil gambarnya. 

Tempat ini juga ingin mengakomodasi kenangan, emosi, perasaan, khayal dan menghubungkannya dengan faktor sejarah dalam sebuah lukisan sehingga dapat menghibur dan mendidik serta memberi kenyamanan dan kemudahan bagi penikmatnya.

Perjalanan dimulai dari galeri depan yang berkelok untuk menuju pintu masuk museum. Setelah melalui petugas, nantinya akan ada pendamping yang membantu menjelaskan benda-benda yang dipajang di museum karena memang di dalamnya tidak diberikan penjelasan layaknya museum pada umumnya.

Museum ini memang bercerita tentang kehidupan bangsawan jawa dan bagaimana mereka berpikir untuk menjalaninya. Silsilah Kerajaan Mataram Islam pun dibeberkan hingga generasi saat ini termasuk pengaruh budaya dari leluhur Majapahit.

Karena itu, pengalaman yang ingin dihadirkan dari museum ini memang lebih kepada pengalaman dan tak hanya sekadar foto atau video. Museum yang diresmikan pada 1997 itu berupaya agar pengunjung ikut menyelami dan memahami cerita dengan nada, tak hanya membaca dari naskah yang tak bernada.

Salah satu cerita yang menarik adalah mengenai Gusti Nurul, putri tunggal Mangkunegara VII. Putri bangsawan jawa ini pernah menolak lamaran empat tokoh besar di Indonesia waktu itu, yakni Soekarno, Sutan Sjahrir, Sultan Hamengkubuwono IX, dan GPH Djatikusumo. Prinsipnya adalah antipoligami sehingga tidak mau dipersunting oleh mereka yang sudah beristri. Dia pun akhirnya menikah dengan seorang tentara.

Perjalanan menuju ke Museum Ullen Sentalun dapat dilakukan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, dapat melalui Jalan Kaliurang dan berjalan ke utara hingga 18 kilometer. Dapat juga mengambil Jalan Palagan Tentara Pelajar hingga trmbus ke Pasar Pakem.

Sementara apabila menggunakan kendaraan umum, gunakan Trans Jogja rute 2B atau 3B dan turun di shelter Ring Road Utara-Kentungan. Dari sini, naik angkot rute Yogyakarta-Pakem. Dari Pakem, ganti angkot rute Pakem-Kaliurang dan turun di TK Kaliurang untuk selanjutnya jakan kaki ke arah barat sekitar 300 meter.

Bagaimana? Ingin mencoba?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
traveling

Editor : Rachmad Subiyanto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top