Sarebu Galeh Kopi Gratis Warnai Balap Sepeda Tour de Singkarak

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, menggandeng pelaku usaha kopi setempat menyediakan Saribu Galeh atau 1.000 gelas kopi gratis untuk para pengunjung di lokasi finis Tour de Singkarak (TdS) etape VI.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 November 2019  |  17:39 WIB
Sarebu Galeh Kopi Gratis Warnai Balap Sepeda Tour de Singkarak
Aksi kopi gratis mewarnai balap sepeda Tour de Singkarak di Sumatra Barat pada Kamis (7/11/2019). - Antara

Bisnis.com, PADANG ARO – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, menggandeng pelaku usaha kopi setempat menyediakan Saribu Galeh atau 1.000 gelas kopi gratis untuk para pengunjung di lokasi finis Tour de Singkarak (TdS) etape VI.

"Sebanyak 1.000 gelas kopi gratis ini untuk memperkenalkan kopi Solok Selatan kepada warga lokal agar mereka tak lagi mengonsumsi kopi dari luar," kata Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solok Selatan Azizah Mutia di Padang Aro, Kamis (7/11/2019).

Menurut dia, semakin banyak masyarakat yang mencicipi kopi Solok Selatan, mereka tahu rasa dan nikmatnya kopi lokal.

Kopi Solok Selatan, lanjutnya, sudah banyak digunakan berbagai kafe di Indonesia, tetapi masyarakat lokal justru banyak yang tidak tahu. "Bahkan pelaku usaha kopi ada juga yang mendapat tawaran dari luar negeri."

Kopi gratis yang disuguhkan yaitu jenis robusta dan arabika dengan melibatkan 11 pelaku usaha kopi di Solok Selatan.

Ketua Asosiasi Kopi Minang Sumbar, Attila Mijidi Dt Sibungsu, mengatakan 1.000 gelas kopi ini untuk memperkenalkan kopi Solok Selatan kepada masyarakat.

Di lokasi 1.000 gelas kopi katanya, juga diperlihatkan bagaimana cara menyeduh kopi, sebab beda cara seduhnya beda pula rasa dan aromanya. "Kopi yang disuguhkan di lokasi finis TdS langsung diseduh di tempat."

Pembagian kopi gratis dilakukan sejak pukul 09.00 Wib sampai dengan pukul 14.00 Wib atau saat finis TdS.

Dalam kegiatan ini ada 11 usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terlibat dari 18 UMKM yang ada di Solok Selatan.

Dia menambahkan asosiasi kopi juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara mengolah kopi mulai dari petik sehingga nilai jualnya meningkat.

"Selama ini petani mengolah kopi secara asalan, dan kami ajari mereka bagaimana cara pengolahan yang baik sehingga nilai jualnya naik," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, tour de singkarak

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top