Menikmati Sensasi Menu Daging Panggang All You Can Eat Ala Jepang

Istimewanya lagi, setiap menu AYCE baik yang Rp99.000 maupun Rp129.000, mendapatkan tambahan Sumo Beef Tower yaitu daging angus 400 gram yang empuk dan sangat nikmat, baik dimasak dengan cara panggang maupun direbus.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  23:05 WIB
Menikmati Sensasi Menu Daging Panggang All You Can Eat Ala Jepang
Kuliner Jepang

Bisnis.com, JAKARTA – Gaya hidup masyarakat perkotaan yang senang mencicipi berbagai menu makanan dengan harga terjangkau, membuat restaurant dengan konsep All You Can Eat (AYCE) kian menjamur. Pasalnya, hanya dengan membayar satu harga seseorang bisa menikmati makanan sepuasnya.

Salah satu restaurant yang menawarkan sensasi menu all you can eat dengan harga ramah dikantong adalah Miyazaki Japanese Grill. Hanya dengan merogoh kocek Rp99.000, pengunjung bisa merasakan aneka daging panggang dengan kualitas tinggi dengan tambahan nasi, ocha, es krim dan aneka gorengan.

Selain itu, bagi pengunjung yang ingin mencicipi aneka daging panggang atau wagyu grill dengan tambahan menu shabu, hanya perlu menyiapkan kocek Rp129.000.

Istimewanya lagi, setiap menu AYCE baik yang Rp99.000 maupun Rp129.000, mendapatkan tambahan Sumo Beef Tower yaitu daging angus 400 gram yang empuk dan sangat nikmat, baik dimasak dengan cara panggang maupun direbus. Adapun untuk kuah shabu, tersedia dua pilihan rasa yaitu rumput laut dan kaldu ikan Jepang.

Berbeda dengan restaurant AYCE lainnya, dimana setiap menu diambil langsung oleh konsumen, di Miyazaki setiap menu disediakan oleh pelayan restaurant dengan total menu hingga 40 macam dengan total durasi makan seama 90 menit. Jika habis, pengunjung bisa memesan kembali.

Namun, jika makanan yang dipesan tidak habis, pengunjung akan dikenai denda Rp35.000 dan makanan yang tersisa tersebut bisa dibawa pulang.

Wendy Noel Wijaya, CFO Miyazaki Japanese Grill mengatakan Miyazaki sendiri diambil dari nama kelas daging Wagyu yang paling tinggi. Sebab, dia ingin pengunjung yang mencicipi menu di restoran tersebut dapat merasakan daging berkualitas tinggi dengan harga yang cukup terjangkau.

“Memang untuk ukuran resto, margin kami agak tipis, margin kotor kami 50%, dan margin bersih 30%. Namun, kami berkomitmen untuk memberi kualitas terbaik dengan memberikan daging yang di atas rata-rata tanpa MSG dan halal,” pungkasnya..

Namun, strategi tersebut justru membuat usaha yang dijalankan oleh Wendy bersama dua rekannya ini kian berkembang. Meski baru dibuka pada awal Juni lalu, hingga saat ini Miyazaki sudah memiliki enam cabang yang berlokasi di Kedoya, Grogol, Bintaro, Bekasi, Poris, dan Kelapa Gading, di mana tiga diantaranya dibuka melalui franchise.

 “Kami sudah buka franchise karena memang ada permintaan. Harga franchise Rp168 juta sudah mendapatkan banner, menu, seragam, dan nama. Belum termasuk bahan-bahan. Akhir tahun kami akan buka lagi di Sunter, Serpong, dan Blok M,” tuturnya.

Sementara itu, Joshua Putra Satrio COO Miyazaki Japanese Grill mengatakan selain daging, perbedaan mendasar Miyazaki dengan restaurant AYCE barbeque lainnya adalah terletak pada saos. Secara umum, saos yang disediakan hanya dua saos yaitu manis dan asin. Namun, saos tersebut dibuat sendiri oleh pemilik restoran dengan memasukkan 14 bumbu rahasia yang semua bahan dasarnya diimpor dari Jepang.

“Kami menyediakan saos special khas Jepang yang sudah disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia yang kami godong selama 8 jam, ini yang membuat orang balik lagi ke sini. Untuk menambah cita rasa dari saos tersebut, kami menyediakan tambahan cabe bubuk, cabe potong, dan bawang putih yang bisa dicampurkan ke dalam saos,” ujar pria 25 tahun tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner jepang, kuliner

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top