LAPORAN DARI TAIWAN : Ini Penampakan Kuliner Batu Giok Kubis

Hidangan spesial di restoran ini adalah sajian 'giok kubis' dan 'batu berbentuk daging'. Kedua menu ini disajikan dalam rangkaian hidangan makan malam.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 29 September 2019  |  15:06 WIB
LAPORAN DARI TAIWAN : Ini Penampakan Kuliner Batu Giok Kubis
Hidangan menyerupai giok kubis di restoran Silks Palace, Taipei - Bisnis/Akhirul Anwar

Bisnis.com, TAIPEI - National Palace Museum (NPM) atau Museum Istana Nasional menjadi destinasi wisata unggulan Kota Taipei, Taiwan. Selain untuk memberikan edukasi tentang sejarah China, tempat ini juga menjadi destinasi kuliner yang ciamik.

Museum yang berlokasi di Zhishan road, No. 221, Sec. 2, Shilin District, Taipei ini memiliki koleksi barang purbakala yang berasal dari tiga tempat yakni Museum Istana Beijing, Istana Jehol dan Istana Shen Yang.

Koleksi utama berupa peninggalan seni dan artefak warisan China berasal dari dinasti Son, Yuan, Ming dan Qing. Puluhan ribu barang antik, ribuan lukisan dan kaligrafi, ratusan ribu dokumen dan benda kuno lainnya disimpan di museum ini.

Sebuah lukisan di Museum Istana Nasional Taipei, sejumlah orang naik perahu dalam kondisi mabuk seusai pesta/Bisnis-Akhirul Anwar

NPM menjadi tempat penyimpanan terbesar harta karun budaya China. Budaya ratusan tahun dari masa ke masa disajikan dalam satu tempat, sehingga pengunjung bisa melihat peradaban budaya China sejak masih zaman batu hingga modern.

Salah satu mahakarya warisan budaya tersebut adalah Jadeite Cabbage atau giok kubis dan Meat-Shapped Stone atau batu berbentuk daging. Barang ini menjadi favorit pengunjung untuk melihat secara langsung.

Kedua benda ini dibuat pada abad ke-19 tanpa diketahui siapa pembuatnya. Bentuknya yang mungil dan detail menjadi karya seni yang tidak ternilai keindahannya.

Giok kubis (atas) dan giok menyerupai daging/Bisnis-Akhirul Anwar

Ukiran giok kubis atau di Indonesia lebih dikenal sayur sawi putih, terdiri dua warna hijau tua bagian daun dan warna putih di bagian batang sampai pangkal.

Jika dicermati secara detail, di bagian daun yang berwarna hijau ada belalang dengan warna yang sama sedang hinggap. Belalang melakukan kamuflase memakan daun kubis sehingga tidak terlihat secara langsung.

Kemudian untuk mahakarya batu berbentuk daging lebih mirip kepada potongan daging dan kulit babi. Ukiran batu ini juga sangat detail seolah-olah mirip dengan hidangan daging yang siap dimakan.

Dua karya seni antik ini menjadi inspirasi bagi restoran Silks Palace. Lokasi restoran berada dalam satu kawasan museum. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki 300 meter dari museum.

Hidangan spesial di restoran ini adalah sajian 'giok kubis' dan 'batu berbentuk daging'. Kedua menu ini disajikan dalam rangkaian hidangan makan malam.

Hidangan menyerupai giok kubis di restoran Silks Palace, Taipei/Bisnis-Akhirul Anwar

Kubis yang dipilih berasal dari Taiwan Tengah, kemudian diambil bagian dalam untuk mendapatkan tekstur mirip seperti giok kubis. Kamuflase belalang di atas daun kubis digantikan dengan udang kecil kering berwarna merah. Penyajiannya diletakkan di atas sebuah sendok putih dengan sedikit kuah.

Hidangan menyerupai batu berbentuk daging di restoran Silks Palace, Taipei. Gambar atas terbuat daging babi, gambar bawah terbuat dari tahu./Bisnis-Akhirul Anwar

Berikutnya adalah hidangan berbentuk daging. Untuk menyerupai karya tersebut, pihak restoran menggunakan daging babi. Tetapi untuk pengunjung muslim digantikan dengan tahu. Memang untuk bahan dari tahu tidak terlalu mirip dengan ukiran batu aslinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
taiwan, destinasi wisata

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top