Pengembangan Infrastruktur di 3 Destinasi Wisata Premium Ini Dilakukan Secara Terbatas

Hal itu dilakukan demi mempertahankan tiga lokasi di Kabupaten Manggarai Barat tersebut sebagai destinasi pariwisata premium.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 27 September 2019  |  19:23 WIB
Pengembangan Infrastruktur di 3 Destinasi Wisata Premium Ini Dilakukan Secara Terbatas
Komodo - Istimewa

Bisnis.com, LABUAN BAJO -- Pengembangan infrastruktur di tiga pulau destinasi pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat akan dilakukan secara terbatas.

Hal itu dilakukan demi mempertahankan tiga lokasi di Kabupaten Manggarai Barat tersebut sebagai destinasi pariwisata premium.

Adapun ketiga destinasi dimaksud adalah Pulau Rinca, Pulau Komodo, dan Pulau Padar. 

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hadi Sucahyono memberi contoh. Disebutkan hadi, di Pulau Rinca infrastruktur yang akan dikembangkan hanya dermaga, jalan setapak, dan gapura. Kebijakan itu diambil demi mengendalikan jumlah pengunjung. 

"Tapi yang ke belakang, alamiah saja, tracking langsung," kata Hadi saat meninjau beberapa proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Jumat (27/9/2019). 

Hadi mengatakan Kementerian PUPR cenderung sepakat dengan ide manajemen wisatawan (tourist management) di tiga pulau yang dihuni komodo itu. 

Sebelumnya, tutur Hadi, ada dua pendapat tentang langkah untuk melindungi habitat binatang langka yang diyakini sebagai kadal purba tersebut. 

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat ingin Pulau Komodo ditutup sementara untuk meningkatkan konservasi sehingga pasokan makanan dan habitat komodo pulih. 

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata ingin Pulau Komodo tidak ditutup, tetapi jumlah pengunjung dibatasi saja. Menurut Hadi, cara serupa diterapkan di Candi Borobudur untuk mempertahankan struktur bangunan candi. 

"Konsep [Pulau] Komodo, begitu juga seharusnya, sehari dibatasi berapa orang. Kalau boleh, sistem karcisnya dijatah, yang terbaik menurut saya sih itu, bukan menutup sama sekali," ujarnya.

Sementara itu, objek wisata di daratan juga menjadi titik strategis pengembangan pariwisata Labuan Bajo.

Destinasi wisata yang sedang ditata antara lain Pelabuhan Labuan Bajo, Puncak Waringin, Kampung Ujung, Kampung Air, dan Goa Batu Cermin.

Wae Rebo di Kabupaten Manggarai sebagai hinterland Labuan Bajo juga turut dibenahi.

Di Puncak Waringin Kementerian  PUPR tengah membangun fasilitas gardu pandang yang memungkinkan wisatawan memandang lanskap Labuan Bajo dari atas.

Fasilitasnya juga dilengkapi dengan amphitheater dan pusat tenun. Selain itu, desain atap bangunan disesuaikan dengan atap rumah di Wae Rebo. 

"Labuan Bajo, karena dia pusatnya, [lokasi] turis mendarat, ada bandara segala macam, berarti harus banyak [infrastruktur] yang di sini dibandingkan lokasi lainnya," tutur Hadi. 

Labuan Bajo merupakan salah satu dari 12 KSPN. Labuan Bajo bahkan menjadi salah satu di antara lima destinasi superprioritas.

Kementerian PUPR menganggarkan APBN sekitar Rp1 triliun tahun ini untuk mendukung infrastruktur di objek wisata itu.

Dukungan infrastruktur yang diberikan antara lain penataan kawasan Puncak Waringin, Tempat Pelelangan Ikan dan Kuliner Kampung Ujung, Goa Batu Cermin, serta peningkatan jalan dan trotoar di Jalan Soekarno-Hatta Atas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, pariwisata

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top