Benteng Marlborough, Jejak Inggris di Bumi Bengkulu

Benteng ini didirikan oleh East India Company pada 1714—1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris.
Nurul Hidayat
Nurul Hidayat - Bisnis.com 16 September 2019  |  07:40 WIB
Benteng Marlborough, Jejak Inggris di Bumi Bengkulu
Foto aerial Benteng Marlborough di Bengkulu, Minggu (15/9/2019). - Bisnis/foto/foto : Nurul Hidayat

Bisnis.com, BENGKULU — Bengkulu kental akan sejarah bangsa. Mulai dari era kolonialisme hingga era kemerdekaan. Tak heran jika provinsi yang terkenal dengan bunga bangkai raksasa atau Amorphophallus titanum itu menjadi salah satu daerah tujuan wisata, khususnya bagi mereka yang menyenangi wisata sejarah.

Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 berkesempatan mengunjungi salah satu objek wisata peninggalan Inggris di provinsi itu. Ya, siapa yang tak kenal dengan Benteng Marlborough (Fort Marlborough).

Benteng ini didirikan oleh East India Company pada 1714—1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris.

Benteng ini sebagaimana dikutip dari Wikipedia, didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah Kota Bengkulu dan memunggungi Samudra Hindia.

Benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu sehingga penghuninya terpaksa mengungsi ke Madras, India.

Setelah diadakan perjanjian, mereka kemudian kembali pada 1724. Tahun 1793, serangan kembali dilancarkan. Pada insiden ini seorang kapten angkatan laut Inggris, Robert Hamilton, tewas. Kemudian pada 1807, Gubernur Inggris di Bengkulu ketika itu Thomas Parr juga tewas. Untuk mengenang mereka, Pemerintah Inggris mendirikan monumen di Kota Bengkulu.

Berikut ini beberapa foto Benteng Marlborough:

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sejarah, benteng, Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top