Ke Palembang, Jangan Lupa Mencicipi Mi Celor dan Laksan

Mi celor menggunakan mi kuning sebagai bahan utama, disajikan dalam campuran kuah santan dan kaldu udang dicampur dengan taoge, sedangkan Laksa merupakan pempek lenjer yang juga disajikan dalam kuah santan.
Ropesta Sitorus & Rivki Maulana
Ropesta Sitorus & Rivki Maulana - Bisnis.com 15 September 2019  |  09:41 WIB
Ke Palembang, Jangan Lupa Mencicipi Mi Celor dan Laksan
Penjual sedang menyiapkan mi celor yang dipesan pembeli. - Bisnis/foto/foto : Nurul Hidayat

Bisnis.com, PALEMBANG – Berwisata ke daerah baru belum lengkap rasanya kalau belum mencicipi kuliner khas setempat, bukan? Nah, jika Anda singgah ke Kota Palembang, cobalah untuk mencicipi mi celor.

Selain khas dengan pempek, Kota Palembang juga memiliki makanan yang tak kalah populer yakni mi celor dengan cita rasa gurih makan laut yang kuat. Ketika tiba di Palembang, Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 Bisnis Indonesia tak mau melewatkan penganan yang satu ini.

Bermodalkan rekomendasi dari mesin pencari Google, kami tiba di salah satu restoran yang menjual mi celor, yakni mie celor H.M. Syafei Z26 di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Ilir, sekitar pukul 09.00, Jumat (13/9/2019). Lokasinya bersebelahan dengan Pasar 26 Palembang, sekitar 8 menit (2,40 km) berkendara dari Jembatan Ampera.

Kami memesan mi celor dan satu lagi penganan yang cukup menarik perhatian, laksan, irisan pempek yang diberi kuah bersantan. Keduanya menggunakan bahan makanan laut.

Tak lama menunggu beberapa porsi mi celor hangat disajikan di atas meja bersama sambal dan cuka sebagai pelengkap.

Mi celor menggunakan mi kuning sebagai bahan utama, disajikan dalam campuran kuah santan dan kaldu udang dicampur dengan taoge. Di atasnya ada tambahan irisan telur rebus, cacahan udang, serta bawang goreng.

Mi celor

Yang membedakan mi celor dengan mi lain adalah kuahnya yang kental dan berwarna putih dari hasil penambahan santan. Selain itu, cita rasa seafood di kuahnya juga sangat kentara karena penggunaan kaldu udang.

Rasa bumbu dalam mi celor yang disajikan memang tidak terlalu kuat di lidah. Citara sanya dominan gurih dan cenderung manis. Kalau ingin mendapatkan rasa yang lebih seimbang, Anda dapat menambahkan cuka dan sambal.

Adapun menu laksa, sekilas tampak seperti lontong dalam kuah santan kemerah-merahan. Cita rasa pedas langsung terbayang. Namun, ternyata tebakan kami salah. Laksa merupakan pempek lenjer yang disajikan dalam kuah santan. Ini cara lain menikmati pempek selain digoreng lalu dicelupkan ke kuah cuka.

Laksan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner, Kuliner Palembang, Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top