Menikmati Kopi di Warung Bernuansa Kastil di Kalibawang

Sebuah warung kopi di Kalibawang mempunyai arsitektur unik dengan nuansa kastil. Bangunan dibuat dari bahan-bahan yang ada di sekeliling lokasi warung kopi tersebut.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 14 September 2019  |  06:00 WIB
Menikmati Kopi di Warung Bernuansa Kastil di Kalibawang
Warung kopi GIK 2 Gallery Coffee Shop di Dusun Promasan, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo, Jumat (13/9/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan

Bisnis.com, KULONPROGO - Sebuah warung kopi di Kalibawang mempunyai arsitektur unik dengan nuansa kastil. Bangunan dibuat dari bahan-bahan yang ada di sekeliling lokasi warung kopi tersebut.

Pemilik warung kopi dengan nama Gubuk Ibu Kita (GIK) 2 Gallery Coffe Shop, Yohanes Pius Cahyo Nugroho Jati, mengatakan bangunan dibuat sejak 2016. Warung kopinya itu baru dibuka Juni tahun ini.

"Awalnya tidak kebayang konsep kastil. Hanya campuran saja. Karena kan ada joglonya juga jadinya kalau full kastil itu enggak masuk. Tapi pengunjung sering bilang, ini konsepnya kastil, ya sudah," ujarnya pada Jumat (13/9/2019).

Dalam menggarap bangunannya itu, ia menggunakan bahan-bahan di sekitaran lokasi warung kopi yang letaknya berada di Dusun Promasan, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo. "Kayunya dari sekitaran sini. Batu-batu dapatnya juga dari tanah-tanah sekitaran sini. Paling beberapa bagian seperti semen kan tidak ada di sini," terangnya.

Meski baru berjalan tiga bulan lebih, namun sudah banyak pengunjung yang datang untuk bersantai menyicipi kopi sambil menikmati pemandangan Pegunungan Menoreh. Bahkan, karena konsep unik bangunannya itu, sudah enam pasangan yang menggarap prewedding di sana.

Pengunjung biasanya ramai saat akhir pekan. Pius mengatakan, di Sabtu atau Minggu, bisa sampai 70-an pengunjung dalam seharinya. Sedangkan saat hari biasa, minimal ada 20 orang yang berkunjung.

Karena lokasinya dekat dengan Magelang, pengunjung banyak datang dari Magelang. "Ada juga beberapa mahasiswa KKN yang garap tugas di sini, kadang setelah mereka garap tugas di sini, besoknya datang lagi, ngajak teman-temannya," tutur Pius.

Meski lokasi sedikit jauh dari jalan besar, namun lokasinya terbantu dengan adanya Gua Maria Sendangsono. Peziarah Gua Maria Sendangsono biasa datang untuk bersantai di warung kopi milik Pius itu.

Beragam minuman, terutama kopi dan makanan disediakan. Harganya masih tergolong standar. Mulai dari Rp5.000 sampai Rp15.000.

Salah satu pengunjung dari Magelang, Aprilia Kumalasari mengaku tertarik datang ke warung kopi tersebut karena bangunannya unik dan bergaya kastil. "Pemandangannya juga bagus, pegunungan. Sejuk, jadinya cocok buat bersantai," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ongkos naik haji

Sumber : harianjogja.com

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top