Pesona Wisata Bengkulu

Bengkulu merupakan sedikit provinsi di Indonesia yang memiliki warisan alam menakjubkan. Betapa tidak, provinsi yang terletak di bagian barat daya Pulau Sumatera ini menjadi rumah bagi 4 tumbuhan pemecah rekor dunia.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 10 September 2019  |  11:16 WIB
Pesona Wisata Bengkulu
Foto Aerial bangunan Fort Marlborough peninggalan penjajahan Inggris di Bengkulu, Minggu (1/10). Fort Marlborough dibangun oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 dengan arsitektur menyerupai kura-kura raksasa tersebut adalah peninggalan sejarah penjajahan kolonial Inggris di Bengkulu yang merupakan benteng terbesar di AsiaTenggara. - Antara/David Muharmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Bengkulu merupakan sedikit provinsi di Indonesia yang memiliki warisan alam menakjubkan. Betapa tidak, provinsi yang terletak di bagian barat daya Pulau Sumatera ini menjadi rumah bagi 4 tumbuhan pemecah rekor dunia.

Mungkin masyarakat hanya mengenal Bengkulu sebagai the land of Rafflesia atau buminya Rafflesia Arnoldii, si bunga tunggal terbesar di dunia yang bisa mekar dengan lebar hingga 2 meter.

Selain bentuknya yang besar, bunga ini juga memiliki keunikan karena tidak memiliki daun dan batang. Rafflesia Arnoldii hanya memiliki bunga tapi dapat menghasilkan biji.

Padahal, masih ada tiga puspa langka pemecah rekor lainnya yang tumbuh subur di tanah Bengkulu yakni, Amorphophalus titanum, bunga majemuk terbesar di dunia; Amorphophalus gigas, bunga majemuk tertinggi di dunia; dan Gramatophyllum specium, bunga terpanjang di dunia.

Sebagai buminya ragam Rafflesia, para wisatawan dapat menyaksikan keindahan bunga tersebut di sejumlah wilayah di Bengkulu. Misalnya saja di Kabupaten Kepahiang, tepatnya di Liku 9, Hutan Lindung Taba Penanjung. Selain itu, Rafflesia arnoldi juga bisa ditemukan di kawasan Hutan Lindung Boven Lais, Kabupaten Bengkulu Utara.

Dari sembulan kabupaten di Bengkulu, semuanya beprotensi ditumbuhi bunga Rafflesia sehingga setiap bulan akan ada yang bermekaran. Hampir setiap daerah memiliki jenis bunga Rafflesia yang berbeda-beda.

Selain keindahan floralnya, Bengkulu ternyata menjadi salah satu kota yang memiliki kedekatan dengan Bung Karno, Presiden Pertama Republik Indonesia karena di sinilah beliau bertemu dengan Ibu Fatmawati.

Tidak heran banyak jejak peninggalan Bung Karno di Bengkulu seperti rumah pengasingan Bung Karno saat menjalani pengasingan di Bengkulu; Rumah Fatmawati; dan benteng peninggalan kolonian Inggris, Fort Marlborough yang di dalamnya terdapat ruang intrograsi Bung Karno.

Benteng (Fort) Marlborough, Bengkulu ini dibuat tahun 1714 hingga 1719 oleh Kerajaan Inggris Raya pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal yang dijabat Joseph Collet.

Benteng ini berdiri kokoh di atas bukit dengan ketinggian sekitar 8,5 meter di atas permukaan laut ini mempunya arsitek tipikal abad 18 yang berbentuk kura-kura.

Di dalam bangunan ini Anda akan melihat ruang tahanan, gudang persenjataan, kantor, beberapa meriam, ruang perlindungan,serta terowongan sepanjang kurang lebih 6 m dan lebar 2 m.

Bila menuju ke bagian belakang wisata anda akan melihat tiga makam yaitu makam Thomas Parr, Charles Muray dan satu makam yang tidak dikenal. Juga Terdapat prasasti nisan yang bertuliskan nama, tanggal dan tahun kematian para tentara Inggris ditempat tersebut.

Benteng ini diakui ahli sejarah merupakan benteng peninggalan Inggris terbesar di Asia Tenggara, tujuan dibuatnya benteng adalah sebagai basis pertahanan militer Inggris. Seiring dengan kuatnya cengkraman Inggris di Bengkulu, maka fungsi Benteng berubah menjadi kepentingan perdagangan.

Dari atas sudut benteng ini Anda dapat menikmati pemandangan berupa hamparan laut lepas biru, dilengkapi pohon cemara pada sepanjang pantai Tapak Padri yang bersambung ke Pantai Panjang Bengkulu.

Pantai Panjang tersebut berada di pesisir selatan tepi Samudra Indonesia yang membentang sejauh 7 km. Dengan hamparan pasir putihnya yang luas dengan pantai landai, dipadu keindahan birunya laut serta hijaunya pepohonan pinus dan cemara menjadi daya tarik tersendiri bagi objek wisata Pantai Panjang.

Pengunjung juga dapat mandi sepuasnya sambal menikmati semilir angin yang bersih dan sejuk karena letaknya yang jauh dari area perindustrian. Di sini Anda juga dapat menikmati keajaiban alam Bengkulu dengan sunset yang begitu indah. Langit jingga yang memantulkan cahaya ke air membuatnya menjadi perak keemasan. Sambil menyaksikan sang surya yang perlahan tenggelam di balik laut. Begitu memukau.

Selain Pantai Panjang, Bengkulu juga memiliki beberapa pantai lainnya yaitu Pantai Tapak Paderi, Pantai Jakat, serta wisata perairan Pulau Tikus yang berjarak 10 mil dari Kota Bengkulu. Ada pula sebuah danau yang elok yang menjadi rumah bagi puluhan flora dan fauna selama puluhan tahun yaitu Danau Dendam Tak Sudah.

Sayangnya, selama ini belum banyak masyarakat yang mengetahui bahwa Bengkulu menyimpan sejumlah destinasi wisata strategis yang sayang untuk dilewatkan.

Festival Tabot

Bengkulu juga memiliki suguhan festival budaya berlatar belakang agama sekaligus kearifan lokal yang rutin digelar pada 1 hingga 10 Muharram (kalender Islam) yaitu Festival Budaya Tabot.

Perayaan Tabot ini dihelat masyarakat Bengkulu (keluarga keturunan Tabot) sejak abad ke-14 untuk memperingati wafatnya Imam Hussain, cucu Nabi Muhammad Saw yang meninggal di Karlaba, Irak.

Festival ini terbilang unik dan menarik karena dipenuhi serangkaian kegiatan yang bersifat ritual dan kolosal. Di sini, wisatawan juga akan disuguhi penampilan seni dan budaya Kota Bengkulu. Kemudian prosesi ritual yang dilakukan dalam beberapa tahap.

Pada acara penutupan, pengunjung dapat menyaksikan seluruh tabot bersanding untuk diarak bersama tabot pembangunan dalam karnaval ritual kolosal. Wujud tabot ini mirip tandu persegi empat dengan ornament masjid.

Tabot sendiri dalam kitab suci Islam diartikan sebagai sebuah peti yang berisi kitab Taurat. Bani Israil di masa itu percaya bahwa mereka akan mendapat kebaikan bila tabot muncul dan berada di tangan pemimpin mereka.

Setelah berwisata dan ingin membawa hasil karya khas Bengkulu, Anda bisa membeli Batik Basurek yakni kain tradisional khas Bengkulu yang bermotif kaligrafi Arab. Pada umumnya, batik ini berciri khas kaligrafi dengan perpaduan rafflesia sebagai motifnya yang merupakan simbol khas Bengkulu. Besurek merupakan bahasa Melayu dialek Bengkulu yang artinya bersurat atau tulisan.

Batik Besurek ini tentu saja tidak lepas dari pengaruh Arab dan masuknya Islam ke wilayah Bengkulu. Konon, batik ini diperkenalkan pedagang Arab dan pekerja asal India. Dahulu di beberapa kain, terutama untuk upacara adat, kain ini memang bertuliskan huruf Arab yang ada makna. Namun kini, sebagian besar hanya merupakan motif atau hiasan mirip huruf Arab yang tidak memiliki makna.

Batik Basure ini telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dari Provinsi Bengkulu. Hal ini berdasarkan hasil siding penetapan warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2015 yang dilaksanakan pada 20-23 September 2015.

Motif Kain Batik Basurek ini juga sangat indah dan unik karena memadukan antara kaligrafi Arab dan bunga raflesia. Selain itu ada pula motif burung kuau yang menyerupai rangkaian huruf kaligrafi; motif relung kaku yang berbentuk meliuk-liuk seperti tumbuhan paku; serta motif rembulan yang memadukan antara gambar bulan dengan motif kaligrafi.

Satu lagi yang bisa menjadi buah tangan khas Bengkulu ialah Red Raflesia Bengkulu yaitu jenis batu akik yang paling banyak dicari. Red Raflesia ini merupakan jenis Red Chalcedony yang tidak banyak ditemukan di daerah lain di Indonesia. Kelebihan Red Raflesia Bengkulu ini terletak pada warna dan bentuk kristalnya.

Penamaan pada batu akik ini tidak lepas dari kemiripan warnanya dengan bunga Rafflesia. Meskipun sebenarnya batu akik ini memiliki beberapa varian warna lainnya. Red Rafflesia ini juga merupakan salah satu batu akik dengan harga termahal karena warnanya yang begitu unik dan indah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
traveling

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top