Bisnis SPA masih Dicap Negatif, Mencari Terapis Jadi Sulit

Sebab, bisnis SPA Indonesia masih dinilai bisnis negatif di masyarakat. Menurutnya, oknum-oknum seperti ini perlu diedukasi sebab bisnis SPA sudah berkembang. "Penilaian negatif terhadap bisnis SPA memberikan kesulitan dalam mencari terapis untuk bekerja di kegiatan SPA."
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 07 September 2019  |  20:21 WIB
Bisnis SPA masih Dicap Negatif, Mencari Terapis Jadi Sulit
Pengunjung menjalani perawatan. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Pariwisata Indonesia menilsi bisnis SPA dan wellness tourism membutuhkan perhatian dan dukungan serius dari pemerintah.

SPA dan wellness tourism dikembangkan untuk tujuan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan, dilengkapi dengan fasilitas dan layanan untuk mendukung terwujudnya pengalaman wisata kebugaran yang berkualitas dnegan lingkup usaha, SPA, pijat tradisional, refleksi, akupuntur, bekam, reiki, penyembuhan alternatif dan herbal.

Saat melakukan perjalanan wisata, Pendiri Yayasan Pariwisata Indonesia Trisya Suherman mengatakan, cukup banyak terapis asal Indonesia yang bekerja di daerah tersebut. Namun, bisnis SPA masih sangat kesulitan untuk mencari terapis di Indonesia.

Sebab, bisnis SPA Indonesia masih dinilai bisnis negatif di masyarakat. Menurutnya, oknum-oknum seperti ini perlu diedukasi sebab bisnis SPA sudah berkembang.

"Penilaian negatif terhadap bisnis SPA memberikan kesulitan dalam mencari terapis untuk bekerja di kegiatan SPA," ungkapnya kepada Bisnis, Sabtu (7/9/2019).

Untuk menghilangkan stigma negatif SPA di masyarakat, maka perhelatan SPA & Wellness Tourism Award 2019 Indonesia digelar, dengan menggangkat tema Memperkenalkan, Membudidayakan dan Menjadikan SPA Indonesia Terbaik di Kancah Internasional diinisiasi oleh Yayasan Pariwisata SPA Indonesia dengan bekerja sama dan mendapat dukungan dari berbagai pihak antara lain Kementerian Pariwisata.

Kegiatan ini dapat memberikan semangat pelaku usaha SPA, baik industri, profesi, lembaga pendidikan, dan tenaga ahli di bidang SPA untuk dapat melestarikan, meningkatkan dan mengembangkan usaha.

Selain itu, SPA & Wellness Tourism Award 2019 Indonesia akan memberikan penghargaan untuk 5 kategori profesi SPA yakni SPA Terapis Junior, SPA Terapis Senior, SPA Resepsionis, SPA Supervisor dan SPA Manager.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kualitas wellness tourism Indonesia tak kalag dengan negara lain. Kementerian Pariwisata berupaya melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan melakukan serifikasi kompetensi di bidang SPA pada 2018-2019 kepada 11.000 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
spa

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top