Bangkok Kota yang Paling Banyak Dikunjungi Turis Sepanjang 2018

Selama empat tahun berturut-turut Bangkok kembali mengungguli kota-kota tujuan wisata seperti London dan Paris sebagai kota yang paling banyak dikunjungi pada 2018.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 05 September 2019  |  16:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Selama empat tahun berturut-turut Bangkok kembali mengungguli kota-kota tujuan wisata seperti London dan Paris sebagai kota yang paling banyak dikunjungi pada 2018.

Sebuah data peringkat yang dihimpun oleh Mastercard Inc., Global Destination Cities Index, menunjukkan bahwa ibukota Thailand tersebut mencatatkan sebanyak 22 juta kedatangan turis internasional sepanjang tahun lalu.

Diikuti dengan Paris dan London, di peringkat kedua dan ketiga dengan jumlah turis asing masing-masing melampaui 19 juta kedatangan.

London adalah satu-satunya dari peringkat 10 teratas yang mencatatkan jumlah penurunan wisatawan asing yang hampir mencapai 4%.

Tokyo diperkirakan memiliki pertumbuhan kedatangan terbesar tahun ini, meningkat 10% menjadi lebih dari 14 juta.

Mastercard menuliskan, setiap tahunnya jumlah wisatawan yang bepergian ke luar negeri terus bertambah dan hal ini turut berpengaruh pada tren belanja mereka di kota-kota tersebut.

Di antara semua kota yang termasuk di dalam indeks ini, jumlah kedatangan tumbuh dengan rata-rata sebesar 6,5% secara tahunan sejak 2009. 

"Sementara itu pengeluaran para wisatawan asing rata-rata tumbuh 7,4%," tulis laporan Mastercard seperti dikutip oleh Bisnis, Kamis (5/9).

Dilansir melalui Bloomberg, industri pariwisata Thailand turut menyumbang sekitar seperlima dari produk domestik bruto negeri seribu pagoda tersebut.

Lonjakan tren pada sektor pariwisata Thailand sedikit mengalami penurunan tahun ini setelah baht menguat dan ekonomi global mengalami laju pertumbuhan yang melambat.

Pada Juli, pemerintah Thailand berencana untuk menganggarkan dana sebanyak US$13 miliar guna melakukan perluasan bandara dan menghubungkan terminal utama dengan kereta berkecepatan tinggi.

Dengan ini, The World Travel & Tourism Council memproyeksikan  jumlah wisatawan asing dapat melonjak lebih dari 60% pada tahun 2029 hingga seukuran populasi Inggris.

Namun, lonjakan pada jumlah wisatawan tidak selamanya memberikan dampak positif.

Ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut sudah lama dihadapi dengan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh ledakan tren wisata yang diperkirakan akan memikat 40 juta pengunjung tahun ini.

Jumlahnya akan terus meningkat mencapai 65 juta setidaknya satu dekade dari sekarang, artinya akan ada lebih banyak tantangan yang harus dihadapi pemerintah Thailand.

Pariwisata adalah sumber kehidupan bagi ekonomi Thailand, dan banyaknya pengunjung adalah salah satu alasan negara ini memiliki mata uang terkuat di Asia tahun ini.

Namun tantangan lingkungan untuk mengatasi melonjaknya jumlah wisatawan menjadi berlipat ganda.

Salah satunya adalah penutupan Teluk Maya, lokasi wisata laut yang terkenal berkat film Leonardo DiCaprio "The Beach, tanpa ada batas waktu yang ditentukan guna memulihkan ekosistem di kawasan tersebut.

Kepala Ekonom di Bank of Ayudhya Pcl Somprawin Manprasert mengatakan bahwa jumlah wisatawan tumbuh terlalu cepat dan menjadi di luar kendali pemerintah Thailand.

"Kita harus menerapkan sistem yang lebih baik untuk mengelola wisatawan dan tujuan wisata, yang dapat membantu mengatasi masalah kemacetan dan lingkungan. Kami belum cukup melihat hal ini dilakukan," ujarnya seperti dikutip melalui Bloomberg.

Thailand tidak sendirian dalam menghadapi dampak dari membludaknya jumlah wisatawan, mulai dari kerusakan karang hingga timbunan sampah plastik, dan polusi air limbah di laut. 

Tetangga mereka, termasuk Filipina dan Indonesia menghadapi tantangan serupa.

Hal yang membedakan bagi Thailand adalah, sektor pariwisatanya turut menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional sehingga pengelolaan sektor ini menjadi isu penting yang dapat mempengaruhi prospek negara.

Jumlah kedatangan tercatat mulai mereda dalam beberapa bulan terakhir dan kemungkinan akan menunjukkan peningkatan pada musim libur musim panas.

Pemerintah Thailand telah berupaya selama bertahun-tahun untuk memikat wisatawan terhadap daerah-daerah yang belum begitu sering dikunjungi, sebagai langkah mengurangi beban di lokasi-lokasi populer seperti Bangkok dan Phuket.

Hanya sebagian dari inisiatif tersebut yang berhasil diberlakukan.

Peningkatan infrastruktur yang direncanakan Thailand termasuk dengan menambah terminal baru di dua bandara internasional di Bangkok, serta membangun resor pantai lainnya di Pattaya.

Ketiga fasilitas terminal baru diperkirakan dapat menampung sekitar 190 juta penumpang per tahun pada 2025 dari sekitar 78 juta saat ini.

Bandara nasional Thailand saat ini menangani jumlah penumpang yang melampaui peruntukkannya.

Mantan Menteri Pariwisata Thailand Weerasak Kowsurat, yang saat ini menjabat di Senat, mengatakan bahwa perbaikan transportasi saja tidak cukup untuk memastikan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

"Kita perlu meningkatkan lebih banyak efesiensi energi dan air, mengurangi penggunaan plastik, dan melakukan daur ulang yang lebih banyak," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bangkok thailand

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top