Mencicipi Cita Rasa Khas Indonesia dengan Nuansa Kolonial Tradisional  

Nuansa Kolonial dengan sentuhan tradisional khas Indonesia yang memberi kesan homy, langsung terasa saat menjajakkan kaki di Pelataran Menteng, sebuah tempat makan eksekutif yang berada di jalan H.O.S Cokroaminoto, Menteg.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 01 September 2019  |  12:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Nuansa Kolonial dengan sentuhan tradisional khas Indonesia yang memberi kesan homy, langsung terasa saat menjajakkan kaki di Pelataran Menteng, sebuah tempat makan eksekutif yang berada di jalan H.O.S Cokroaminoto, Menteg.

Sesuai dengan konsep desain yang dihadirkan, Pelataran Menteng menyajikan berbagai varian hidangan yang terinspirasi dari resep-resep tradisional serta mendapat pengaruh dari kuliner di era sejarah kolonial dan kuliner dari Asia.

Setiap sajian tersebut dimodifikasi ala Plataran dengan tetap mengedepankan cita rasa khas Indonesia. Salah satu menu andalannya ialah Dendeng Batokok, yang juga merupakan salah satu menu favorit Presiden Joko Widodo.

Dendeng Batokok ini disajikan dengan irisan tipis dan kering, yang dibaluri dengan sambal merah khas Plataran sehingga memberikan sensasi rasa yang renyah dan gurih.

Sugeng, Head Chef Pelataran Menteng mengatakan untuk mendapatkan potongan dendeng yang tipis, pemotongannya menggunakan alat khusus berupa laser. Namun, agar potongannya rata maka harus dilakukan dalam kondisi beku.

Potongan tersebut kemudian disusun di atas nampan dan dikeringkan di kitchen atau bisa juga di oven dengan suhu 35 derajat Celsius selama 24 jam. Setelah itu, langsung digoreng ke dalam minyak dengan suhu 150 derajat Celsius.

“Gorengnya sebentar saja di bolak balik kemudian diangkat agar garing dan tidak gosong. Saat ada pemesanan langung disajikan dengan tambahan sambal merah, yang diletakkan di wadah kayu yang berbentuk batok,” ujarnya.

Selain Dendeng Batokok, ada pula Nasi Goreng Keling yang menggunakan bahan tradisional seperti kluwek dipadu dengan biji zaitun dan disajikan dengan irisan udang dan ayam. Biasanya banyak yang menggunakan tinta cumi untuk memberi warna hitam, tetapi Pelataran Menteng menggunakan rempah khas Indonesia sehingga cita rasanya begitu nikmat.

Beberapa menu yang disajikan di Pelataran Menteng juga mendapatkan pengaruh dari menu ala Thailand yang menghadirkan cita rasa asem pedes yang segar tetapi dengan takaran rasa yang seimbang.

Begitu pula dengan minumannya yang menyegarkan sebut saja Dosa. Namanya memang unik tetapi itu adalah gabungan dari dua buah yaitu Kedondong dan Salak yang kemudian disingkat menjadi Dosa. Percampuran antara dua buah ini memberikan sensasi rasa yang begitu menyegarkan ditambah dengan garnis jeruk nipis di atasnya.

Dengan fungsi lain sebagai sebuah tempat perhelatan, Plataran Menteng ideal untuk berbagai jenis acara baik formal maupun informal seperti acara corporate gathering, product launching, lamaran, pernikahan, perayaan ulang tahun dan sebagainya.

Lantai pertama area Plataran Menteng menghadirkan nuansa keanggunan kediaman kolonial yang sudah berumur lebih dari 80 tahun. Area dengan fasilitas bar ini dapat menampung tamu sebanyak 100-120 orang.

Terbagi atas 2 area dining dan 2 ruang private, tepat di tengah area ini terdapat pohon mangga yang rindang dengan beratapkan kaca tembus pandang serta dilengkapi piano yang menemani para tamu saat bersantap sambil menikmati suasana alam di dalam ruangan.

Lantai dua merupakan area untuk menjamu tamu sehingga lebih intim dengan kapasitas 100-150 orang. Area yang dilengkap dengan fasilitas musholla ini terbagi menjadi 2 diningarea, lounge serta 5 ruang privat, 3 dari ruang privat tersebut dapat digabungkan.

Lantai tiga adalah dapat menampung tamu sebanyak 60 orang yang terbagi menjadi 1 area dining dan lounge. Langit Menteng adalah area rooftop berkapasitas 15-20 orang, ditujukan bagi tamu yang ingin melepas lelah sambil menikmati terbenamnya matahari di sore hari bersama teman- teman ditemani minuman dan makanan ringan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top