Eks-Anggota Parlemen & Seniman Kawakan Malaysia Sambangi Istana Siak

Sejumlah seniman dan penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia, di antaranya mantan anggota parlemen dan sutradara kawakan negeri jiran tersebut, menyambangi Istana Siak Sri Indrapura.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  07:42 WIB
Eks-Anggota Parlemen & Seniman Kawakan Malaysia Sambangi Istana Siak
Istana Siak Sri Indrapura - siak.com

Bisnis.com, SIAK SRI INDRAPURA – Sejumlah seniman dan penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia, di antaranya mantan anggota parlemen dan sutradara kawakan negeri jiran tersebut, menyambangi Istana Siak Sri Indrapura, Riau, pada Minggu (25/8/2019).

Ketua rombongan, Dheni Kurnia, bersama Aris Abeba menyebutkan bahwa setidaknya ada 30 orang yang turut hadir dalam kunjungan ke Siak. Semuanya adalah peserta Seminar Pra Festival Teater Islam Dunia yang dilaksanakan di Pekanbaru, Sabtu (24/8/2019).

"Sebelumnya banyak tawaran untuk kunjungan wisata peserta seminar ini. Namun beberapa peserta mengaku belum pernah ke Istana Siak, dan sangat penasaran untuk melihatnya, " kata penyair Deni Kurnia yang juga mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Riau ini.

Peserta yang dari Malaysia itu adalahMantan Senator Parlemen Malaysia dari Party Keadilan, Syed Syahir Syed Muhammad. Sedangkan sutradara kawakan itu yakni Yassin Salleh yang terkenal dengan film "Dia Ibuku", dirilis pada 1981.

Deni menjelaskan Yassin Salleh sampai saat ini belum terkalahkan dalam hal jumlah penghargaan anugerah film di Malaysia. Filmnya telah menyabet 10 anugerah dalam berbagai kategori pada penghargaan sekelas Piala Citra jika di Indonesia.

Selain sutradara, Yassin juga dikenal sebagai penyair dan saat ini dia merupakan Presiden Ziarah Karyawan Nusantara. Yassin Salleh pun menjelaskan bahwa yang dimaksud karyawan di sini adalah orang yang berkarya.

"Kalau di sini karyawan itu bekerja untuk orang lain, tapi kalau di Malaysia karyawan itu berkarya," ungkapnya.

Selain dua orang tersebut, yang dari Malaysia ada Datok Muhammad Kasim, dari Pusat Teater Islam Dunia Kuala Lumpur. Kemudian AC Jaffri, budayawan Melaka Malaysia, Prof Dr Zaenal Abdul Latif, Guru Besar Fakultas Sastra University Sain Malaysia (USM), Syamsuddin Osman, Presiden Seniman Faksi Rakyat, dan beberapa penyair lokal berbagai daerah di Sumatra.

Penyair Riau, Aris Abeba mengaku telah beberapa kali ke Siak, tapi masih begitu penasaran dengan sejarah yang bisa mewakili kondisi sebenarnya tentang kerajaan Siak. Oleh sebab itulah, diarahkan ke Siak untuk melihat aspek peninggalannya, dan beberapa sisi lainnya yang menurutnya ada yang belum terungkap.

"Begitu banyak dan luas hal-hal yang telah dilakukan kerajaan Siak sebagai salah satu kerajaan Melayu yang pernah jaya di masanya. Namun masih miskin referensi sejarahnya, apalagi cerita-cerita rakyat yang bisa diambil hikmah dan pelajaran," urainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pariwisata Riau, IStana SIak

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top