SVF 2019: Angkat Citra Sanur Sebagai Destinasi Wisata Berkelanjutan di Bali

Penyelenggaraan Sanur Village Festival (SVF) 2019 yang berlangsung pada 2125 Agustus 2019 diharapkan dapat semakin meningkatkan dunia pariwisata di Bali, khususnya Sanur sebagai pusat pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  14:42 WIB
SVF 2019: Angkat Citra Sanur Sebagai Destinasi Wisata Berkelanjutan di Bali
Sumber: Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Penyelenggaraan Sanur Village Festival (SVF) 2019 yang berlangsung pada 21—25 Agustus 2019 diharapkan dapat semakin meningkatkan dunia pariwisata di Bali, khususnya Sanur sebagai pusat pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa Sanur menjadi model yang baik untuk pariwisata berbasis masyarakat karena terdapat sustainable tourism observatory yang didukung UNWTO/ Organisasi Pariwisata Dunia.

“Perhelatannya berkembang, bersinergi dengan kehidupan tradisi budaya. Serta mewadahi ragam kreativitas warga Sanur. Karena semua sadar, potensi sektor pariwisata berbasis masyarakat adalah dinamika yang harus terus diberikan ruang, seperti awal mulanya Bali menjadi destinasi wisata kelas dunia,” katanya melalui siaran pers, Kamis (22/8/2019).

Pergelaran SVF 2019 yang ke-14 kali diadakan ini mengangkat tema ‘Dharmaning Gesing yang diartikan secara harafiah sebagai hal dalam memuliakan atau kewajiban berbuat baik terhadap bambu.

Tanaman bambu menjadi bahasan kesadaran filosofi bambu di Bali. Bagi masyarakat Bali, bambu memang memiliki filosofi kuat dan sangat mendalam.

Arief juga menyampaikan bahwa pada 2018, pariwisata telah menyumbang devisa sebesar 19,2 Miliar dolar AS dimana 40% merupakan kontribusi Bali.

“Bali menyumbang devisa paling tinggi untuk Indonesia di sektor pariwisata, atau sekitar 7,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 Triliun,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, SVF yang merupakan agenda tahunan telah menjadi festival yang dinantikan masyarakat lokal, wisatawan domestik, dan wisatawan mancanegara.

Dia menjelaskan, selain di tataran konsep, SVF juga diapresiasi dalam hal pengembangan enterpreneur muda.

“Di SVF banyak ditampilkan wirausaha muda, start up baru. Jadi, bukan saja ramai secara seremonial diharap ke depan masyarakat lebih maknai SVF, sehingga lebih banyak bisa terlibat di sektor pariwisata. Berharap akan ada tumbuh kesadaran kemampuan keinginan dengan melihat jejak potensi lingkungan yang ada,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top