Wisman China Meningkat, Pemandu Kurang Pahami Budaya Bali

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan kunjungan wisatawan ke China ke Pulau Dewata semain meningkat, tetapi terkendala masih minimnya pemandu berbahasa Mandarin yang memahami seni budaya setempat.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  08:34 WIB
Wisman China Meningkat, Pemandu Kurang Pahami Budaya Bali
Turis China - marketingtochina

Bisnis.com, DENPASAR - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan kunjungan wisatawan dari China ke Pulau Dewata semain meningkat, tetapi terkendala masih minimnya pemandu berbahasa Mandarin yang memahami seni budaya setempat.

Wagub yang akrab disapa Cok Ace menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Media tentang Potensi Kerja Sama Pariwisata China dengan Indonesia, Senin (22/7/2019) petang.

Cok Ace mengungkapkan wisatawan China selain gemar menikmati keindahan alam, pantai, dan spa, ternyata juga berminat kuat terhadap seni budaya Bali.

Namun, pemandu dari luar Bali kebanyakan bermodalkan bahasa tanpa mendalami budaya setempat, sehingga tidak bisa menjelaskan filosofi yang ada dan cenderung mengajak wisatawan ke pantai, spa, atau belanja.

“Ini merupakan tantangan bagi para pelaku jasa wisata di Baliuntuk menyiapkan pramuwisata yang andal dan benar-benar mengenal seni budaya Bali,” katanya. 

Menurut Cok Ace potensi wisman China sangat besar. Pada 2018 rata-rata warga China yang berwisata sekitar 14 persen, dan yang ke Bali hanya 2,1 persen.

Dia menyebut walau meningkat tetapi tidak signifikan seperti perjalanan ke negara lain.

Pada kesempatan itu, Cok Ace juga menjelaskan berbagai upaya pemerintah untuk membangun infrastruktur pendukung mobilitas wisatawan secara merata di seluruh wilayah di Bali. 

Konsul Jenderal China untuk Bali  Gou Haodong berharap kerja sama antarkedua pemerintah agar tetap terjalin dengan baik dan bisa terus ditingkatkan.

Seiring dengan peningkatan kunjungan warga China ke Bali, ia juga mengharapkan adanya jaminan keamanan sehingga mempertebal kepercayaan warga terhadap kondisi Bali dan meningkatkan angka kunjungan.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan potensi wisatawan China saat ini mencapai 200 juta dengan kecenderungan bergeser dari wisatawan berkelompok menjadi ‘single travel’ dengan mayoritas pasangan berbulan madu.

“Kami berupaya mendukung usaha pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada para wisatawan China yang fokus terhadap kualitas layanan dan keamanan,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik mencatat kedatangan wisman pada Mei 2019 tercatat 485.795 kunjungan atau naik 1,82 persen dari bulan sebelumnya.

Wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali kebangsaan Australia (20,30 persen), China (19,24 persen), India (7,95 persen), Amerika Serikat (5,11 persen) dan Inggris (4,79 persen).

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, wisatawan, turis china

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top