Jokowi : Majukan Pariwisata Perlu Kerja Terintegrasi

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus untuk memajukan pariwisata dan perekonomian daerah memerlukan kesinambungan dan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  17:57 WIB
Jokowi : Majukan Pariwisata Perlu Kerja Terintegrasi
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA--Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus untuk memajukan pariwisata dan perekonomian daerah memerlukan kesinambungan dan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat meninjau rencana pengembangan kawasan pariwisata yang terletak di KEK Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (4/6/2019).

"Kita ini turisnya yang mau ke sini itu banyak dan akan [semakin] banyak kalau kita siap. Oleh sebab itu, perlu kerja yang terintegrasi antara pemerintah daerah baik kota, provinsi, kabupaten, dan pusat. Harus sambung semua," ujar Jokowi, dikutip dari keterangan resmi.

Dalam hal pengajuan wilayah untuk KEK Tanjung Pulisan yang disambangi Presiden misalnya, banyak persoalan dan pengambilan kebijakan yang membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kunjungannya kali ini, Presiden hendak memastikan bahwa semua kendala dapat segera teratasi.

"Ini mau kita selesaikan biar investasi itu langsung datang. Kalau enggak rampung-rampung, payung hukumnya enggak selesai-selesai, ya enggak akan mulai-mulai," tuturnya.

Pemerintah pusat memberikan dukungan penuh dan investasi berupa pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Sulawesi Utara. Beberapa di antaranya ialah perluasan terminal Bandara Sam Ratulangi di Manado, pelebaran jalan menuju lokasi wisata, dan pembangunan jalan tol yang akan memudahkan wisatawan menuju lokasi.

Presiden juga mengingatkan, seiring dengan peningkatan wisatawan yang datang ke Sulawesi Utara dan KEK Tanjung Pulisan nantinya, maka provinsi tersebut memerlukan ketersediaan sarana akomodasi yang mampu menampung arus wisatawan yang bertambah.

"Di Sulawesi Utara butuh tambahan hotel banyak sekali. Yang menyampaikan itu maskapai dan biro perjalanan. Banyak sekali yang ingin datang ke sini. Tapi di sini ada yang sudah siap, ada yang belum siap. Ini pemerintah pusat ingin mem-back up hal-hal yang belum siap tadi," ucap Presiden.

Di sisi lain, Kepala Negara menyampaikan, diperlukan partisipasi masyarakat untuk memajukan kawasan pariwisata. Masyarakat memainkan peranan penting dalam penciptaan budaya dan kebiasaan yang ramah terhadap wisatawan sehingga para pendatang merasa nyaman untuk berwisata di tempat itu.

"Yang berkaitan dengan budaya. Budaya bersih, budaya senyum, budaya melayani, dan tentu saja yang berkaitan dengan misalnya hal-hal yang kecil seperti urusan restoran dan kebersihan toiletnya. Ini tidak mudah. Ini pekerjaan besar," ujar Presiden.

Presiden juga meminta pemerintah daerah, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, merencanakan atraksi wisata yang rutin sehingga Sulawesi Utara memiliki agenda wisata yang terjadwal dan layak dikunjungi wisatawan mancanegara.

"Pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata membuat annual event yang pasti. Jadi orang ke sini itu ada terus yang ditonton. Minimal setiap minggu itu harus ada. Sabtu-Minggu ada tontonan. Di sini kan banyak tontonan budaya entah di Manado atau KEK-nya," tandas Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, pariwisata

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top