Menyeruput Ramen Panas di Pinggiran Jalan Solo

Ramen merupakan makanan khas Jepang berupa mi berkuah. Tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati ramen. Sebab di Solo pun sudah banyak penjual ramen yang bisa dikunjungi.
Bayu Jatmiko Adi
Bayu Jatmiko Adi - Bisnis.com 15 Juni 2019  |  11:05 WIB
Menyeruput Ramen Panas di Pinggiran Jalan Solo
Curry Ramen (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Bismis.com, SOLO - Ramen merupakan makanan khas Jepang berupa mi berkuah. Tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati ramen. Sebab di Solo pun sudah banyak penjual ramen yang bisa dikunjungi.

Pada Kamis (13/6/2019) malam, Solopos.com menelusuri Jl. Museum, Sriwedari. Saat siang hari, lokasi tersebut dikenal sebagai pusat pigura karena ada banyak penjual pigura yang membuka gerai di lokasi itu. Namun saat malam hari, kawasan tersebut hadir dengan suasana baru. Banyak pedagang kaki lima yang menjajakan sajian kuliner. Mulai dari wedangan, menu penyet, minuman, termasuk lapak ramen Ameno.id.

Ameno.id, telah buka di lokasi tersebut sejak dua tahun terakhir. Kedai tersebut memiliki konsep yatai atau warung makan yang ada di pinggir-pinggir jalan atau warung kaki lima. Hanya terdiri dari gerobak yang sekaligus digunakan untuk tempat memasak serta meja dan bangku.

"Kami buat konsep seperti ini agar prmbeli bisa lebih santai. Kalau di Jepang konsep seperti ini memang untuk makan sambil mengobrol," tutur founder Ameno.id, Teddy Cahyo Anggoro, kepada Solopos.com.

Menu yang ditawarkan di warung tersebut cukup beragam. Mulai dari Tokyo ramen, curry ramen, yakisoba, miso ramen, udon, dan sebagainya. Ada juga okonomiyaki dan yakitari. Untuk minumannya ada ocha, creamy lime, pandan, dan ramune.

 Yakisoba (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Di malam yang cerah, curry ramen dan ocha dingin ternyata pas untuk dinikmati. Bagi yang belum pernah menyantap ramen, sepintas mungkin seperti menu mi ayam yang juga banyak ditemui di Indonesia. Hanya beda pada bumbu dan pelengkapnya. Menu itu terdiri mi kuah. Ayam cincang, telur rebus, jamur, dan ada nori atau rumput laut. Cita rasa kuah curry cukup kuat dan sedikit rasa pedas. Selesai menyantap ramen, giliran ocha dingin yang menjadi penyegar di mulut dan tenggorokan. Satu porsi curry ayam bisa dinikmati dengan harga Rp18.000 dan ocha seharga Rp6.000.

Ameno.id buka mulai pukul 18.00-23.00 WIB. Menurut Teddy, menu yang dia tawarkan banyak diminati oleh konsumen kalangan muda. Teddy juga mengaku telah memadukan cita rasa ramen tersebut dengan lidah masyarakat Indonesia.

"Namun tetap mengacu pada cita rasa dari negara aslinya. Saat ada beberapa mahasiswa asal Jepang yang datang, mereka bilang cita rasanya mendekati ramen di Jepang. Tapi bedanya, jika di negara aslinya menggunakan kaldu babi, di tempat kami menggunakan ayam, jadi dijamin halal," lanjut dia.

 Kedai Ameno.id (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Selain di Sriwedari, ada juga kedai ramen di Manahan, tepatnya di shelter sisi utara Stadion Manahan. Namanya Omahe Ramen. Warung tersebut terbuka dan berada di tepi Jl. Menteri Supeno. Warung tersebut buka mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Menu yang ditawarkan di antaranya adalah berbagai jenis ramen, bento, yakimeshi, dan yakisoba.

Yakisoba merupakan masakan mi goreng ala Jepang dengan bahan mi yang dimasak dengan saus yakisoba. Untuk yakisoba chicken katsu dilengkapi dengan telur goreng dadar dan daging ayam crispy. Menu tersebut bisa dinikmati dengan harga Rp22.000. Pengelola Omahe Ramen di Manahan, Ary Supiyati, mengatakan cita rasa menu di Omahe Ramen sudah disesuaikan dengan cita rasa masyarakat Solo. "Jadi tidak perlu khawatir untuk rasa," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tahun baru 2013, indonesia

Sumber : Solopos.com

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top