Sigale Gale Carnival 2019 Promosikan Keunikan Budaya Samosir

Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir, Sumatera Utara (Sumut) menjadi ajang untuk mempromosikan keunikan budaya masyarakat Batak kepada wisatawan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Juni 2019  |  01:08 WIB
Sigale Gale Carnival 2019 Promosikan Keunikan Budaya Samosir
Danau Toba dilihat dari Bukit Simarjarunjung Kabupaten Simalungun. JIBI - Nancy JUnita

Bisnis.com, JAKARTA—Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir, Sumatera Utara (Sumut) menjadi ajang untuk mempromosikan keunikan budaya masyarakat Batak kepada wisatawan.

Karnival yang mengangkat tema The BeaSamosiruty of Ulos parade tersebut diharapkan bisa memperkaya atraksi wisata di wilayah Danau Toba Sumut dan sekitarnya.

Ketua Pelaksana Calendar of Event (CoE) 2019 Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti di mengatakan selama ini sigale-gale menjadi identitas budaya masyarakat Samosir.

“Kemasyuran namanya patut menjadi sebuah simbol kebesaran budaya Batak Samosir,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan yang dirilis Kemenpar, Senin (10/6/2019).

Eshty mengatakan pada karnaval kali ini juga akan mengangkat dan mempromosikan kain ulos yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Batak.

Karnaval tahun ini, imbuhnya, juga akan menampilkan patung sigale-gale raksasa. Meski berukuran besar, patung tersebut mampu menari mengikuti irama gondang. Puluhan peserta fashion show juga bakal turut meramaikan karnival tersebut.

"Kekayaan budaya menjadi sebuah atraksi yang mampu menarik wisatawan. Apalagi karnaval ini dikemas bersamaan saat momen libur Lebaran. Dengan itu nuansa libur Lebaran makin luar biasa di Samosir," ucapnya.

Menurut Esthy, upaya mempromosikan potensi dan budaya melalui kegiatan karnaval sangat penting, karena dapat mengangkat sektor pariwisata di Danau Toba. Atraksi yang digelar diyakini sebagai cara yang efektif untuk mempromosikan destinasi pariwisata.

Dia menuturkan, konsep yang diusung pada karnaval ini sama seperti karnaval-karnaval lainnya yang mengutamakan aspek 3A, yaitu aksesnya baik, amenitasnya baik, dan didukung dengan atraksi yang berstandar global untuk mengundang wisatawan datang.

“Danau Toba telah didukung dengan akses yang sangat baik dengan adanya Bandara Internasional Silangit. Amenitasnya juga mumpuni. Selanjutnya, tinggal terus digenjot atraksi wisatanya," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon menambahkan Sigale Gale Carnival menjadi momentum mengangkat kekuatan budaya Samosir, karena atraksi budaya menjadi magnet yang sangat luar biasa bagi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

"Tadi banyak wisatawan mancanegara yang juga hadir di karnaval ini. Ada dari Malaysia, Taiwan, Swiss, Jerman, dan sebagainya. Ini momentum untuk memanjakan mereka, dan menjadi sebuah cerita berkesan sekembalinya mereka ke negaranya masing-masing," ujarnya.

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Basar Simanjuntak mengatakan Sigale Gale Carnival merupakan bentuk penguatan pariwisata Kabupaten Samosir di bidang seni budaya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
danau toba

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top