JELAJAH LEBARAN JAWA BALI 2019: Berburu Gudeg Legendaris di Yogyakarta

Gudeg adalah makanan yang terbuat dari nangka muda dengan cita rasa manis gurih. Biasanya, gudeg dilengkapi dengan ayam bacem, kuah areh atau kuah santan, dan sambal krecek.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  23:54 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA BALI 2019: Berburu Gudeg Legendaris di Yogyakarta
Gudeg - Tim Jelajah Jawa/Bali 2019

Bisnis.com, YOGYAKARTA — Mudik ke Yogyakarta belum lengkap rasanya jika belum mencicipi gudeg.

Gudeg adalah makanan yang terbuat dari nangka muda dengan cita rasa manis gurih. Biasanya, gudeg dilengkapi dengan ayam bacem, kuah areh atau kuah santan, dan sambal krecek.

Gudeg dan krecek khas Yogyakarta juga disajikan kering, berbeda dengan gudeg lainnya yang biasanya berkuah. 

Di Yogyakarta, tak sedikit gudeg yang melegenda. Sebut saja, Gudeg Yu Djum, Gudeg Pawon, Gudeg Mbah Lindu, dan Gudeg bu Tjitro. Selain itu, warung makan gudeg juga bisa ditemui di berbagai tempat di Yogyakarta, seperti di Jalan Margo Utomo. Di sana terdapat beberapa warung gudeg seperti Gudeg Yu Narni, Gudeg Kebon Dalem. 

Gudeg Yu Djum

Djuwariyah atau lebih dikenal sebagai Yu Djum mulai berjualan gudeg sejak 1951. Pada 1985, warung makan Gudeg Yu Djum dibuka di Jl. Widjilan, Yogyakarta.
Seiring berkembangnya zaman, pada 1993 dapur utama yang terletak di Kampung Karangasem difungsikan pula sebagai warung makan untuk berjualan gudeg. Kini Gudeg Yu Djum sudah memiliki 6 cabang, termasuk di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Sepiring nasi gudeg lengkap dengan telur bebak dan dada ayam kampung yang manis gurih dibandrol Rp45.000.

Gudeg Pawon

Yang membuat warung gudeg ini unik yaitu pembeli dapat langsung masuk ke dapur atau pawon. Rumah makan yang berlokasi di Jl. Janturan No.36, Warungboto, Kec. Umbulharjo, Yogyakarta itu baru buka pada malam hari sekitar pukul 21.30 WIB-22.00 WIB dan tutup pada tengah malam. Sensasi rasa gurih dan pedasnya gudeg Pawon membuat perut kenyang di malam hari.

Gudeg Mbah Lindu

Tempat makan ini dikenal dan menjadi legendaris karena sang juru masak, Mbah Lindu sudah berjualan gudeg sebelum zaman penjajahan Jepang. Kini warung Gudeg Mbah Lindu yang terletak di Jl. Sosrowijayan, Sosromenduran, Gedong Tengen, Yogyakarta dikelola oleh anak Mbah Lindu. Berbeda dengan Gudeg Pawon, Gudeg Mbah Lindu mulai buka pukul 05.00 WIB dan tutup pada 10.00 WIB.

Gudeg Bu Tjitro

Satu lagi gudeg yang legendaris di Yogyakarta, yakni Gudeg Bu Tjitro. Gudeg ini dikemas dalam kendil dan sudah berjualan sejak 1925. Kini, Gudeg Bu Tjitro sudah dikemas dalam kaleng agar lebih awet dan dapat dinikmati dengan instan. Kendati sudaah punya cabang di Jakarta, bagi yang ingin bernostalgia bisa berkunjung ke restoran ini di Jl. Janti No.330, Modalan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.


Tim Jelajah Lebaran Jawa Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Wibi Pratama, Mutiara Nabila, Ni Putu Eka Wiratmini).

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top