Mencicipi Kupat Tahu Langganan Presiden

Melancong ke Magelang, Jawa Tengah, belum lengkap rasanya jika tidak merasakan makanan khas kota militer, kupat tahu.
Hendra Wibawa
Hendra Wibawa - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  19:20 WIB
Mencicipi Kupat Tahu Langganan Presiden
Warung Kupat Tahu Pojok Magelang. Bisnis - Hendra Wibawa

Bisnis.com, MAGELANG -- Melancong ke Magelang, Jawa Tengah, belum lengkap rasanya jika tidak merasakan makanan khas kota militer, kupat tahu.

Mendengar namanya saja, selera para penikmat kuliner bakal tergugah, apalagi melihat langsung menu kupat tahu yang merupakan perpaduan kupat, tahu, sayuran dan guyuran bumbu kacang.

Salah satu warung kupat tahu yang melegenda adalah Kupat Tahu Pojok Magelang di jalan Tentara Pelajar Nomor 14 Kota Magelang.

Warung Kupat Tahu Pojok Magelang itu tidak begitu berbeda dengan warung lain yang letaknya berdampingan. Namun, saat sudah masuk ke dalam warung baru terlihat perbedaannya.

Di dinding warung Kupat Tahu Pojok terpajang foto yang menampilkan sosok yang orang terkenal seperti para pejabat, jenderal hingga presiden yang pernah makan di warung tersebut.

Salah satu yang tak asing adalah Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama almarhum Ani Yudhoyono, dan tentu saja para artis Ibu Kota sebut saja Christine Hakim.

Sri Haryati, pengelola Warung Kupat Tahu Pojok Magelang, mengatakan bahwa usaha kupat tahu itu sudah dirintis sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda.

“Awalnya, jualan di alun-alun. Setelah itu pindah ke sini [Jalan Tentara Pelajar Magelang] pada 1942,” katanya kepada Bisnis, Jumat (7/6/2019).

 Setelah Jepang masuk, dia menjelaskan usaha warung kupat tahu terus berkembang hingga zaman kemerdekaan RI.

Saat ini, dia Sri Haryati melanjutkan bisnis kuliner itu kini dijalankan oleh generasi ketiga yang tetap menjaga cita rasa sekaligus mempertahankan harga jualnya yang pas di kantong.

Bila musim ramai seperti Lebaran, Sri mengungkapkan Kupat Tahu Magelang selalu diserbu pembeli. “Kalau lagi ramai bisa habis 300 piring kupat tahu. Kalau hari biasa sih 200 piring,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top