Ke Solo Wajib Nikmati Dawet Telasih di Pasar Gede

Kesegaran semangkuk es dawet legedaris ini bahkan dikenal hingga di kalangan pejabat, pengusaha, dan tokoh nasional Indonesia, seperti keluarga Presiden kedua, Soeharto, Presiden Joko Widodo, hingga calon wakil presiden yang juga pengusaha Sandiaga S. Uno.
Farida Trisnaningtyas
Farida Trisnaningtyas - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  10:40 WIB
Ke Solo Wajib Nikmati Dawet Telasih di Pasar Gede
Dawet selasih khas Pasar Gede Solo - (Solopos/Bayu jatmiko Adi)

Bisnis.com, SOLO - Mudik ke Solo rasanya kurang mantab jika tidak menyantap jajanan khas pasar tradisional. Salah satunya yang paling moncer adalah Es Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede, Solo, yang sudah ada sejak 1930-an.

Kesegaran semangkuk es dawet legedaris ini bahkan dikenal hingga di kalangan pejabat, pengusaha, dan tokoh nasional Indonesia, seperti keluarga Presiden kedua, Soeharto, Presiden Joko Widodo, hingga calon wakil presiden yang juga pengusaha Sandiaga S. Uno.

Kuliner khas ini menjadi incaran pemudik. “Saya setiap mudik ke Solo pasti ke Pasar Gede minum Es Dawet Telasih Bu Dermi ini. Tahunya ini dari saudara saya di Gentan, Sukoharjo. Aroma dawetnya wangi, beda dengan dawet lain yang pernah saya coba,” kata pemudik asal Samarinda, Agung Cahyorini, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (7/6/2019).

Generasi ketiga pemilik Es Dawet Telasih Bu Dermi, Ruth Tulus Subekti, terampil mengambil mangkuk kecil kemudian berturut-turut memasukkan aneka isian dawet seperti dawet, ketan hitam, tape, bubur sumsum, santan, telasih, plus es batu. Ada pembeli yang memesan beberapa porsi untuk dibawa pulang sehingga dia harus menyiapkan beberapa dawet yang dibungkus.

Demi melayani lonjakan permintaan pembeli, Ruth menambah stok bahan-bahan dawet sekitar dua kali lipat dari hari biasanya. Dalam sehari dia menjual sedikitnya 200 mangkuk.  “Kalau Lebaran seperti ini saya mesti nambah stok karena yang beli tambah banyak. Terutama yang mudik dari luar kota,” kata dia kepada Solopos.com.

Perempuan yang akrab disapa Mbah Uti berbagi rahasia yang membuat minuman segar bikinannya disukai pembeli. Rahasia itu salah satunya adalah dawit dibuat dari baha-bahan tradisional. Misalnya warna hijau pada dawet yang dihasilkan dari daun suji. Daun ini digunakan sebagai pewarna untuk bahan utama tepung beras. Untuk menciptakan rasa manis pada dawet, Mbah Uti menggunakan pemanis gula pasir atau tebu.

Saking terkenalnya, pembeli harus antre untuk minum lantaran Es Dawet Telasih Bu Dermi yang menempati lapak sederhana berukuran 3x4 meter. Tak jarang para pelanggan rela minum dawet sambil berdiri di lorong-lorong lapak di Pasar Gede karena tak kebagian tempat duduk.

Khusus Hari Raya Idulfitri, demi melayani pembeli yang rela antre, Es Dawet Telasih Bu Dermi hanya libur dua hari, yakni saat Lebaran dan sehari setelahnya. Mengenai harga, semangkuk es dawet legendaris ini dijual Rp10.000 naik Rp1.000 dari harga biasanya di luar Lebaran. Mau kulineran dengan modal ramah dompet? Silakan menyambangi Pasar Gede, Solo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner

Sumber : Solopos/JBBI

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top