JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Tepo Tahu, Kuliner Malam Kota Ngawi

Lontong, telur goreng, tahu goreng, tauge, kol, dan bawang goreng. Yang berbeda dari tepo tahu di Kota Ngawi adalah kuahnya yang cair dari cair dari perpaduan bumbu kacang dan cairan gula merah yang dituang berurutan.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  01:00 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Tepo Tahu, Kuliner Malam Kota Ngawi
Tepo Tahu - Tim Jelajah Lebaran Jawa/Bali 2019

Bisnis.com, NGAWI - Aktivitas Kota Ngawi pada malam hari terlihat cukup ramai. Begitu juga dengan kedai-kedai yang tiba-tiba muncul pada malam hari, salah satunya adalah Kedai Tepo Tahu Bu Samud di Jl. Sultan Agung.

Nama tepo tahu berasal dari bahasa Jawa yang berarti kerucut. Hal tersebut berdasar pada bentuk lontong yang tersaji dalam makanan tersebut.

Kedai tersebut hanya dioperasikan oleh tiga orang, namun para pembelinya tersebar di sekitar kedai tersebut. Kebanyakan duduk lesehan di trotoar beralaskan tikar.

Bu Samud secara otomatis membuka lontong yang dibungkus oleh daun pisang dan menyusun Tepo Tahu ketika pesanan datang, sedangkan rekannya mengolah tahu yang sebelumnya dibasuh telur tepat di depannya. Sementara itu, pekerja lainnya menerima pesanan dan menangani kasir.

Tepo tahu di kedai tersebut tidak jauh berbeda dengan tepo tahu di daerah lain. Lontong, telur goreng, tahu goreng, tauge, kol, dan bawang goreng. Yang berbeda dari tepo tahu di Kota Ngawi adalah kuahnya yang cair dari cair dari perpaduan bumbu kacang dan cairan gula merah yang dituang berurutan.

Alhasil, rasa pedas dan manis menggugah lidah saat suapan pertama masuk. Hal lainnya yang langsung menjadi perhatian adalah kelembutan tahu dan lontong dalam makanan tersebut. Hal tersebut membuat tepo tahu di jalan remang tersebut seperti meleleh di dalam mulut.

Menurut Bu Samud, kelembutan lontong tersebut disebabkan oleh waktu mengukus lontong kedainya hingga 4 jam. Adapun, waktu mengkukus lontong rata-rata hanya satu jam.

Pembeli juga dapat mengambil sate telur puyuh dan kerupuk yang disajikan di atas meja makan di samping Bu Samud. Bagi yang duduk lesehan, pembeli memang harus berjalan ke meja makan tersebut untuk mengambilnya.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top