Material Kayu Jadi Tantangan Utama Restorasi Masjid Angke

Arsitek kenamaan Indonesia, Yori Antar yang tergabung dalam wadah Lingkar Warisan Kota Tua ikut andil dalam upaya restorasi Masjid Angke. Masjid yang terletak di jalan Tubagus Angke, Gang Masjid Nomor 1, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ini juga menyimpan sejarah yang panjang.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 06 Juni 2019  |  19:29 WIB
Material Kayu Jadi Tantangan Utama Restorasi Masjid Angke
Masjid Jami Al-Anwar atau Masjid Angke, berada di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. JIBI/Bisnis - Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA - Arsitek kenamaan Indonesia, Yori Antar yang tergabung dalam wadah Lingkar Warisan Kota Tua ikut andil dalam upaya restorasi Masjid Angke. Masjid yang terletak di jalan Tubagus Angke, Gang Masjid Nomor 1, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ini juga menyimpan sejarah yang panjang.

Karena keunikan dan nilai sejarah yang dimiliki, bangunan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya lewat Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. Cb. 11/12/1972. Untuk mengembalikan kejayaan Masjid Angke tersebut agar tak termakam zaman memang tidak mudah.

Yori mengatakan material menjadi kendala utama dalam proses restorasi. Untuk menjadi material kayu juga tidak mudah. Apalagi material kayu tersebut harus sama atau paling tidak menyerupai kayu jati pada bagian asli.

“Kadang kita menemukan sambungan kayu yang sudah keropok, kita [tim] harus debat dulu , apakah kayu harus diganti total atau tambal sulam. Tapi pada intinya, di dalam restorasi itu tidak semuanya baru,” jelasnya kepada Bisnis.com, Kamis (6/6/2019).

Tujuan utama dalam sebuah restorasi cagar budaya adalah mengembalikan bentuk dan karakter asli bangunan. Untuk itu, lanjutnya, proses utama yang dilakukan adalah menghilangkan bangunan tambahan yang ada di sekitar masjid, ataupun material tambahan yang tidak termasuk dalam bagian sejarah masjid Angke. Misalnya memindahkan bangunan sekolah yang awalnya menutup wajah masjid.

Kemudian pada bangunan inti, yang lebih krusial untuk dilakukan perbaikan adalah bagian atap. Yori membuka plafon pada atap supaya masjid dapat terlihat lebih luas, dan sirkulasi udara lebih baik. Tak hanya itu, pada restorasi kali ini, Yori ingin lebih memperlihatkan keaslian dari serat-serat kayu pada bangunan tersebut.

Semakin memperkuat karakter segala potensi dari Masjid Angke, Yori menambahkan unsur pencahayaan pada beberapa sudut masjid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
masjid

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top