Jelajah Jawa–Bali 2019: Kopi Kintamani, Cita Rasa Khas dari Bangli

Kawasan Kintamani di Kabupaten Bangli dinilai memiliki kopi yang berpotensi untuk terus dikembangkan. Salah satu area yang potensial untuk ditanami kopi di antaranya adalah Trunyan bagian atas.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 05 Juni 2019  |  14:18 WIB
Jelajah Jawa–Bali 2019: Kopi Kintamani, Cita Rasa Khas dari Bangli
Wisatawan menanti Matahari terbit di Bukit Bubung Gede, Kintamani, Bangli sambil menikmati secangkir kopi. - Tim Jelajah Jawa Bali 2019

Bisnis.com, DENPASAR — Kawasan Kintamani di Kabupaten Bangli memiliki kopi yang berpotensi untuk terus dikembangkan. Salah satu area yang potensial untuk ditanami kopi di antaranya adalah Trunyan bagian atas.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Sertifikasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bangli Putu Ayu Astiti Saraswati kepada Bisnis, Selasa (5/6/2019) malam. Dia menjelaskan, kualitas kopi Kintamani telah diakui oleh mancanegara.

Meskipun begitu, menurut Ayu, masih terdapat area yang potensial untuk ditanami kopi. Saat ini, produksi kopi berasal dari beberapa desa di Kintamani yang menjadi pusat kopi, di antaranya adalah Desa Catur dan Ulian.

"Di Desa Trunyan misalnya, belum terlalu dikembangkan [penanaman] kopi, [karena] produsen dan konsumen belum bertemu. Minat masyarakat terhadap kopi tinggi, produsen [kopi] yang menjaga rasa harus diperhatikan," ujar Ayu kepada Bisnis, Selasa (5/6/2019) malam.

Dia yang mengelola resor di sekitar Danau Batur menjelaskan, permintaan kopi dari wisatawan cukup prospektif sehingga menjadi peluang bagi produsen kopi. Selain wisatawan mancanegara, menurut Ayu, wisatawan domestik pun menggemari kopi Kintamani.

"Bagi wisatawan mancanegara, minum kopi menjadi budaya, pemilik kedai kopi pun berusaha menjual [kepada wisatawan mancanegara dengan menyajikan kopi berkualitas]. Pengunjung [dalam negeri] pun edukasinya mengenai kopi meningkat," ujar Ayu.

Dia menjelaskan, terdapat rencana untuk mengembangkan wisata agribisnis kopi di bagian atas Desa Trunyan. Kawasan tersebut, menurut Ayu, diproyeksikan seluas 3 hektare dan akan rampung tahun depan.

Wisata kopi menjadi salah satu favorit pelancong saat mengunjungi Kintamani, selain pendakian ke Gunung Batur. Selain kopi Kintamani, Bali memiliki kopi-kopi lainnya yang digemari khalayak ramai, seperti kopi Bali Pupuan.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Maria Yuliana Benyamin
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top