JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Yuk, Glamping Sebelum Menikmati Sunrise di Kintamani

Berkemah menjadi pilihan saat lokasi tujuan jauh dari penginapan dan harus ditempuh dalam kurun waktu tertentu.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  20:18 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Yuk, Glamping Sebelum Menikmati Sunrise di Kintamani
Foto udara kaldera Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Senin (8/1). Gunung Batur memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 km dan merupakan salah satu yang terbesar di dunia yang didalamnya terdapat Danau Batur yang menjadi dayak tarik wisatawan berkunjung ke kawasan tersebut. ANTARA FOTO - Ahmad Subaidi

Bisnis.com, BANGLI - Berkemah menjadi pilihan saat lokasi tujuan jauh dari penginapan dan harus ditempuh dalam kurun waktu tertentu. 

Untuk mengakomodasi wisatawan yang mau melihat keindahan matahari terbit sambil menikmati kemegahan Gunung Abang dan Gunung Batur di atas Bukit Bubung Gede, Resort Toya Devasya menawarkan fasilitas Hikers Camp.

Berdasarkan pantauan Bisnis, fasilitas Hikers Campur yang disediakan Toya Devasya lebih mirip glamorous camping (glamping), alih-alih berkemah pada umumnya. Pasalnya, tenda yang disediakan berada di dalam ruangan.

Paket yang ditawarkan ada dua macam, yakni berkemah dengan sleeping bag, bantal, dan kasur tipis; atau berkemah di atas kasur queen size.

Marketing Toya Devasya I Made Arsana mengatakan selama ini para turis harus menempuh perjalanan sejak dini hari untuk dapat mendapatkan keindahan matahari tersebut. Pasalnya, para turis sebelumnya hanya mendapatkan penginapan di wilayah Kuta dan sekitarnya.

"[Hikers Camp] Ini untuk memudahkan akses karena mulai mendaki [Bukit Bubung Gede] pukul 02.00—03.00 pagi [WITA]. Kalau dari Kuta harus berangkat jam berapa coba" ujarnya kepada Bisnis, Selasa (4/6/2019).

Arsana menambahkan Resort menawarkan paket khusus kepada para pendaki. Menurutnya, wisatawan dapat menempati tenda tersebut dengan gratis, tetapi membayar untuk fasilitas lainnya, seperti pemandian air panas, spa, restoran, dan lainnya.

Umumnya, sambung Arsana, fasilitas tersebut dinikmati wisatawan mancanegara (wisman) dari Eropa yang ingin mendaki. Adapun, lanjutnya, resor mencatat ada sekitar 600—700 wisman yang berkunjung setiap harinya.

Selain digunakan oleh para pendaki, Arsana berujar area tersebut juga dapat digunakan untuk perusahaan maupun lembaga pemerintahan untuk melakukan kegiatan luar ruangan.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari) 

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top