JELAJAH LEBARAN JAWA BALI 2019 : Wisata Duka di Lumpur Lapindo

Lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur menjadi kenangan pahit warga korban lumpur. Namun di balik itu, sebagian warga memanfaatkannya dengan menjadikannya sebagai lokasi wisata.
Ojek di wisata duka - Bisnis/Tim Jelajah Jawa/Bali 2019

Bisnis.com, SIDOARJO - Lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur menjadi kenangan pahit warga korban lumpur. Namun di balik itu, sebagian warga memanfaatkannya dengan menjadikannya sebagai lokasi wisata.

Wisata Lumpur Lapindo terbilang unik. Wisatawan hanya akan melihat hamparan lumpur dan tanah sepanjang mata memandang. Sebagian besar masih berupa lumpur. Sisanya telah menjadi timbunan pasir dan sisa air hujan yang bercampur di dalam tanggul.

Beberapa warga memanfaatkan kondisi ini sebagai objek wisata. Mereka menyediakan jasa ojek untuk mengantarkan pelancong ke titik semburan. Dari sana, pemandangan lumpur kian dekat dari pandangan mata.

Agus Kholiq salah seorang pengojek di lokasi Lumpur Lapindo mengatakan jasa ojek wisata ini telah berlangsung sejak beberapa tahun setelah lumpur menghabiskan 16 desa di 3 kecamatan di kabupaten itu.

Wisatawan yang ingin melihat sumur lumpur dari dekat akan diantar menggunakan ojek warga. Butuh waktu sekitar 10 menit untuk tiba di dekat luapan lumpur. Sementara itu jarak yang ditempuh juga terbilang jauh, mencapai 9 km untuk pulang dan pergi.

"Harganya Rp50.000 per orang untuk sekali antar ke lokasi terdekat dengan lumpur. Biasanya dapat 1 - 3 orang per hari," kata Agus di lokasi wisata Lumpur Lapindo, Minggu (2/5/2019).

Biasanya lokasi ini laris didatangi pengunjung dalam dan luar negeri saat hari libur. Namun selama Ramadan, pengunjung menurun. Terlebih jika dalam kondisi hujan, pengojek sama sekali tidak dapat membawa penumpang. Hujan akan membuat lumpur melunak.

"Biasanya setiap pelintas yang menuju ke Surabaya atau ke Bali akan menjadi salah satu yang berkunjung ke sini," tutur Agus.

Untuk berkunjung ke lokasi ini pelancong harus menyiapkan uang sekitar Rp65.000 per orang. Tiap pengunjung harus merogoh kocek sekitar Rp10.000 untuk naik ke atas tanggul.

Jika lanjut ke lokasi terdekat dengan ojek, maka Anda harus mengeluarkan Rp50.000. Sisanya Rp5.000 biasanya akan dikeluarkan di pertengahan lintasan menuju ke lokasi untuk warga lain yang berjaga.


Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top