Kurangi Sampah Plastik, Hotel Ini Gunakan Ecoplas dari Tepung Singkong

Berbeda dengan plastik, ecoplas lebih cepat terurai. Hal itu akan membantu meminimalisasi jumlah limbah plastik yang beredar, baik di daratan maupun di lautan
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 19 Mei 2019  |  16:35 WIB
Kurangi Sampah Plastik, Hotel Ini Gunakan Ecoplas dari Tepung Singkong
Keindahan bawah laut di Kepuluan Derawan Kalimantan Timur - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia memiliki kekayaan wisata bahari yang menakjubkan, seperti keindahan alam bawah laut di Kepulauan Derawan dan Pulau Rote.

Keindahan alam bawah laut tersebut harus terus dijaga, terutama dari ancaman sampah plastik yang dapat merusak keindahan dan kekayaan flora dan fauna.

Sejumlah pihak pun mulai berlomba-lomba mengurangi penggunaan sampah plastik demi menjaga kestabilan ekosistem laut, salah satunya Batiqa Hotels. Hotel ini menjalin kerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melalui gerakan #OneEarthMovement

Amir Tjahaja Wakil Presiden Direktur Batiqa Hotels mengatakan bahwa gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli pada kelestarian alam Indonesia sekaligus mengedukasi masyarakat atas isu conscious hospitality.

Conscious hospitality adalah konsep layanan yang mengaplikasikan keramahtamahan dengan penuh kesadaran, bertujuan, dan pertimbangan yang bijaksana. Sebagai salah satu pelaku industri pariwisata, kelestarian lingkungan di destinasi wisata bahari seperti Kepulauan Derawan dan Pulau Rote merupakan hal yang menjadi perhatian kami,” ujar Amir dalam rilis yang diterima Bisnis, Minggu (19/5/2019).

Salah satu upaya Batiqa Hotels mengurangi kerusakan lingkungan ialah dengan meminimalisasi penggunaan plastik di lingkungan hotel. Secara bertahap Batiqa Hotels mengganti amenities yang berbahan dasar plastik  dengan ecoplas yang terbuat dari tepung singkong.

“Berbeda dengan plastik, ecoplas lebih cepat terurai. Tentu hal ini akan membantu kita dalam meminimalisasi jumlah limbah plastik yang beredar baik di daratan maupun di lautan,” ujar Amir.

Amir menambahkan, sekitar 5 – 13 juta ton limbah plastik terbawa ke lautan dan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Amir menyadari bahwa upaya konservasi alam membutuhkan kolaborasi dari banyak pihak. Dia berharap masyarakat luas dapat berpartisipasi aktif dalam gerakan #OneEarthMovement melalui cara-cara yang telah disiapkan Batiqa Hotels.

“Kami tidak hanya mengajak tamu hotel untuk dapat terlibat dalam gerakan ini, tapi juga masyarakat yang lebih luas. Seluruh hasil donasi akan digunakan untuk kegiatan konservasi lingkungan di Kepulauan Derawan dan Pulau Rote,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pulau derawan, Sampah Plastik

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top