Pulau Bidadari Kini Hadir Dengan Budaya Jakarta Tempo Deoloe

Mengambil tema The Soul of Batavia, Pulau Bidadari kini hadir dengan nuansa baru yang kental dengan budaya Jakarta Tempo Doeloe
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 24 April 2019  |  19:22 WIB
Pulau Bidadari Kini Hadir Dengan Budaya Jakarta Tempo Deoloe
Pulau Bidadari - Bisnis/Dewi Andriani

Bisnis.com, JAKARTA – Pulau Bidadari merupakan salah satu objek wisata yang cukup diminati di gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Selain karena lokasinya yang terbilang paling dekat dengan Jakarta, pulau ini juga menawarkan keindahan alam dan memiliki banyak peninggalan sejarah di zaman VOC, salah satunya Benteng Martello.

Untuk menarik lebih banyak wisatawan, pulau yang berada di antara gugusan Pulau Onrust, Pulau Kelor, dan Pulau Cipir ini, terus bebenah, dan melakukan berbagai renovasi.

Mengambil tema The Soul of Batavia, Pulau Bidadari kini hadir dengan nuansa baru yang kental dengan budaya Jakarta Tempo Doeloe.

Konsep ini tampak dari cottage yang mengangkat tiga kebudayaan berbeda yakni Betawi, Pecinan, dan Heritage. Menariknya, setiap cottage diberi nama sesuai dengan budayanya.

Misalnya untuk cottage yang mengangkat budaya Heritage diberi nama Menteng Cottage. Adapun untuk budaya Pecinan dinamai Petjenongan Cottage, dan budaya Betawi dengan nama Tjondet Cottage.

Cottage dengan tema budaya Betawi dan Pecinan tersebut merupakan tipe deluxe yang hanya dapat dihuni oleh dua orang.

Selain tiga tipe cottage tersebut terdapat juga dermentory berbentuk rumah yang dapat dihuni 26 orang. Serta cottage bertingkat untuk maksimal enam orang.

“Total semuanya ada 43 cottage di sini dengan harga Rp875.000 sampai Rp1.050.000 per orang. Sudah termasuk makan tiga kali dan speed boat pulang pergi. Sebetulnya masih ada 8 cottage lagi di atas laut tapi masih direnovasi,” ujar Eko, pemandu wisata di Pulau Bidadari.

Selain itu, Pulau Bidadari juga memiliki dua restoran dengan infinity pool dan sebuah kafe. Adapun fasilitas lainnya berupa lapangan basket, futsal, tenis meja, dan biliard. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati permainan Banana Boat dan Donat dengan biaya Rp50.000 per orang.

Menurutnya, rata-rata jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bidadari bisa mencapai sekitar 500 orang per bulan, lebih dari 90% masih merupakan wisatawan lokal.

Selain menginap di Pulau Bidadari, para wisatawan juga dapat keliling tiga pulau lainnya yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir untuk wisata alam dan sejarah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, pulau seribu

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top