Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Resmi, Desa Setanggor sebagai Desa Wisata di Lombok Tengah

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meresmikan Desa Wisata Setanggor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  07:50 WIB
Resmi, Desa Setanggor sebagai Desa Wisata di Lombok Tengah
Kawasan wisata desa. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, MATARAM - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meresmikan Desa Wisata Setanggor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Laman Pemkab Lombok Tengah, Selasa(19/3/2019), menyebut peresmian itu dilakukan Sekjen Kemendes PDDT Anwar Sanusi.

Kegiatan peresmian tersebut berupa bantuan galeri tenun, homestay dan penerangan jalan umum di Desa Wisata Setanggor.

Anwar Sanusi mengatakan apa yang dilakukan saat ini tidak lain dengan tujuan untuk mendorong perekonomian di NTB, khususnya Lombok Tengah agar bisa tumbuh dan berkembang secara signifikan.

Meski beberapa waktu lalu telah diuji dengan bencana gempa yang cukup mempengaruhi perekonomian masyarakat.

"Ujian yang diberikan ini akan membawa hikmah bagi kita semua. Apa yang kami lakukan ini untuk membangkitkan perekonomian masyarakat," tambahnya.

Sekda Lombok Tengah HM Nursiah, menyebut  pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang dimiliki Lombok Tengah, baik itu dari ujung Utara hingga Selatan.

Dari objek wisata yang dimiliki itulah, maka pemerintah pusat menetapkan Lombok Tengah sebagai salah satu dari 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Indonesia.

“Dengan adanya KEK ini, kita memiliki mimpi baru dalam menwujudkan kesejahteraan yang ditopang melalui pariwisata," katanya.

Karena itu, mimpi ini harus dijemput dengan mempersiapkan sumber daya dan potensi-potensi yang ada. Terutama potensi yang ada di desa harus digali dan dikembangkan untuk menopang arus besar sebagai efek dari pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang dikerjakan saat ini.

"Kita tidak boleh menjadi penonton di wilayah sendiri. Tapi harus menjadi pemain utama dalam arus perubahan kedepan," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

DESA WISATA Kemendes-Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top