Proses Panjang Secangkir Kopi 'Specialty' yang Kaya Rasa

Ngopi, kini sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat urban. Bagi pecinta kopi, ada sensasi rasa khas yang ingin dinikmati dalam secangkir kopi. Tak heran, bila kini semakin banyak café shop bermunculan yang khusus menyediakan ragam specialty coffee dengan kualitas rasa dan aroma premium.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  03:25 WIB
Proses Panjang Secangkir Kopi 'Specialty' yang Kaya Rasa
Barista restoran Arack & Spice Aditya Wiguna meracik kopi destilasi sehingga kopi sebening air mineral. JIBI/BISNIS - Aprianus Doni

Bisnis.com, JAKARTA - Ngopi, kini sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat urban. Bagi pecinta kopi, ada sensasi rasa khas yang ingin dinikmati dalam secangkir kopi. Tak heran, bila kini semakin banyak café shop bermunculan yang khusus menyediakan ragam specialty coffee dengan kualitas rasa dan aroma premium. 

Tentunya, untuk menghasilkan kopi dengan rasa dan aroma yang berkualitas bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan proses yang panjang dari hulu hingga ke hilir.

Inilah yang dilakukan oleh Tanamera Coffee, kedai kopi asli Indonesia yang khusus menyajikan specialty coffee dari berbagai daerah di Indonesia

Master Roaster Tanamera Coffee John Lee mengatakan bahwa specialty coffee hanya dihasilkan dari biji kopi terbaik. Untuk mendapatkannya, Tanamera melakukan pencarian green bean berkulitas di berbagai pelosok daerah dan menjalin hubungan baik dengan para petani.

"Kami selalu memberi edukasi kepada mitra petani di daerah. Jika mereka bisa menanam dan memanen kopi dengan baik dan hasilnya bagus, nilai jualnya pun akan naik, tidak seperti kopi komoditas," ujarnya.

John mengatakan bahwa pihaknya hanya akan menerima biji kopi yang sudah berwarna merah. Artinya biji kopi harus sudah matang dan manis sebagai standar kopi specialty yang bermutu tinggi. Itulah sebabnya kedai ini diberi nama Tanamera yaitu kopi yang tumbuh pada tanah subur dengan kualitas biji kopi yang berwarna merah.

Selain dari warna biji kopi yang berwarna merah, proses memanennya pun harus dilakukan dengan cara dipetik bukan ditarik begitu saja sehingga hanya kopi dengan kualitas terbaiklah yang dipetik dan didapatkan.

Kopi yang dihasilkan hanyalah kopi Arabika terbaik dari Sabang sampai Merauke.  

"Kami hanya menerima biji kopi yang sudah merah, kalau masih hijau tidak kami terima. Ini kami edukasi terus kepada para petani karena kalau kopinya bermutu, nilainya pun akan naik," jelasnya.

20 Varian

Terdapat sekitar 20 varian speciality coffee yang diproduksi Tanamera dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya dari Desa Manikliyu, Kintamani, Bali. Di desa ini, Tanamera Coffee membina serta mengedukasi para petani untuk menaikan kuantitas produksi dengan tetap mengutamakan terjaganya kualitas

Menurutnya, proses di hulu ini sangatlah penting, sebab jika diproses secara asal-asalan, rasa yang dihasilkan pun tidak senikmat ketika diproses dengan cara, dan kualitas bernilai tinggi. 

 Setelah proses panen, akan ada tiga jenis proses lagi yang diterapkan yaitu: Natural process, Pulp-Natural/Honey process dan Wash process. Proses tersebut yang akan memberikan karakter aroma dan rasa yang flavorful, fruity-acidity serta sweet-floral aromatic di kopi arabika.

 Pada saat proses pemanggangan atau penyaringan green bead, Tanamera memberikan perhatian khusus agar menghasilkan roasted bean yang benar-benar pas, tidak ‘mentah’ tapi tidak juga terlalu ‘gelap’. Sebab, proses ini memegang peranan yang penting untuk memaksimalkan karaker aroma dan rasa dari kopi arabika tersebut.

 Tidak hanya di hulu, Tanamera pun benar-benar memperhatikan proses di hilir hingga menjadi secangkir kopi nikmat yang tersaji di meja konsumen.

 Sebagai kopi yang khusus menyediakan specialty coffee, tentu ada proses uji cita rasa dan aroma atau cupping test sebagai quality control untuk menguji kelayakan dari biji kopi yang sudah dihasilkan tersebut.

 Proses panjang ini lah yang membuat para pecinta kopi mendapatkan sensasi rasa yang begitu kaya dari secangkir kopi yang dihasilkan di Tanamera, tanpa campuran susu apalagi gula.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top