7 Usaha Wisata NTT Promosi ke ITB Berlin

Tujuh pelaku usaha pariwisata dari NTT bersiap mengikuti pasar wisata terbesar Internationale Tourismus-Börse atau ITB Berlin yang akan berlangsung 6-10 Maret 2019.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 11 Februari 2019  |  17:52 WIB
7 Usaha Wisata NTT Promosi ke ITB Berlin
Pemandangan di Pulau Padar, salah satu objek wisata unggulan di Labuan Bajo, selain Taman Nasional Komodo - M. Taufikul Basari

Bisnis.com, DENPASAR - Tujuh pelaku usaha pariwisata dari NTT bersiap mengikuti pasar wisata terbesar Internationale Tourismus-Börse atau ITB Berlin yang akan berlangsung 6-10 Maret 2019.

Ketua Asita NTT Abed Frans mengatakan tujuh usaha pariwisata yakni Flobamor Tour, Exotic NTT, Manumadi, Flores Komodo Tour, Flores Exotic, Plataran, dan Sumba Explore berangkat secara mandiri dalam ajang promosi internasional tersebut. 

“Kami selalu berupaya sekuat tenaga untuk melakukan promosi dan menggaet wisatawan mancanegara sebanyak-banyaknya,” kata Abed Frans, ketika dihubungi Bisnis.com, Senin (11/2/2019).

Menurut Abed Frans ketujuh usaha tersebut setidaknya membidik sedikitnya 10.000 wisatawan dari ajang pasar wisata tersebut.

Saat ini Pemprov NTT masih fokus menata infrastruktur serta berbagai fasilitas di sejumlah destinasi sehingga belum bisa memberikan dukungan dana untuk para pelaku pariwisata yang melakukan promosi ke luar negeri.  

Abed Frans berharap dalam ajang promosi pariwisata di masa mendatang Pemprov NTT bisa memberikan perhatian dan dukungan setiap upaya promosi oleh para pelaku usaha pariwisata.

Abed Frans mengatakan salah satu promosi yang akan disampaikan ke pasar di Eropa adalah potensi Taman Nasional Komodo, termasuk penjelasan tentang rencana penutupan sementara Pulau Komodo.

Seperti direncanakan, penutupan sementara dilakukan hanya di Pulau Komodo. Para wisatawan masih bisa menyaksikan hewan purba komodo di Pulau Rinca dan tetap bisa melakukan aktivitas bahari seperti snorkeling serta diving di perairan sekitarnya.

Penutupan sementara Pulau Komodo dimaksudkan untuk penataan kawasan dan agar habitat komodo bisa lebih berkembang. Penutupan akan diberlakukan mulai Januari 2020 mendatang setelah adanya kajian dari tim terpadu yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Memang, rencana penutupan ini menjadi kendala bagi anggota Asita, tetapi kami akan menyampaikan inforasi sejelas-jelasnya bahwa masih ada kawasan di luat Pulau Komodo yang bisa dikunjungi,” ujarnya.

Abed menambahkan di ITB Berlin 2019 Kementerian Pariwisata bakal mengusung tema Phinisi dengan arsitektur budaya Bali untuk menghias Paviliun Indonesia seluas 608 meter persegi. Paviliun ini akan diisi 155 peserta dari kalangan industri pariwisata dan 12 pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ntt, pulau komodo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top