Mau Traveling Ke Negara Asing? Ini Tips dari Trinity Traveler

Sebagai full time traveler yang menjadikan jalan-jalan sebagai sumber pendapatan, Trinity tentu tak sembarangan menentukan ke mana akan melakukan perjalanan. Pasalnya, lokasi yang akan didatangi itu bakal jadi bahan untuk tulisan dan sumber pendapatan.
M. Taufikul Basari, Dewi Andriani
M. Taufikul Basari, Dewi Andriani - Bisnis.com 21 Januari 2019  |  14:13 WIB
Mau Traveling Ke Negara Asing? Ini Tips dari Trinity Traveler
Ilustrasi - Clapway

Bisnis.com, JAKARTA –  Trinity merupakan salah satu penulis buka travel yang cukup populer, terutama lewat seri bukunya The Naked Traveler. Ia berbagi soal bagaimana memilih tempat untuk berwisata.

Sebagai full time traveler yang menjadikan jalan-jalan sebagai sumber pendapatan, Trinity tentu tak sembarangan menentukan ke mana akan melakukan perjalanan. Pasalnya, lokasi yang akan didatangi itu bakal jadi bahan untuk tulisan dan sumber pendapatan.

Perempuan yang aslinya bernama Perucha Hutagaol itu mengaku senang mengunjungi berbagi lokasi wisata baru yang masih asing atau mungkin belum banyak dikunjungi oleh masyarakat. Baginya mengunjungi lokasi wisata yang lebih sulit dikunjungi akan lebih menantang karena akan banyak cerita dan pengalaman baru yang bisa didapatkan.

“Saya karena sudah menjadi full traveler jadi biasanya akan pergi ke negara dan tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi atau yang sudah lama saya kunjungi dan ingin datangi kembali. Ya, mungkin saya [tahun ini] ingin ke Papua ya, kalau ke Papua Baratnya sudah,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Kenapa lebih suka mencari tempat paling susah dahulu untuk dikunjungi? “Kalau yang gampang itu ntar saja kalau sudah tua juga bisa. Karena kan aku solo travelling dan independen jadi biasanya cari tempat wisata yang orang memang jarang pergi ke sana.”

Mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi, yang aksesnya pun mungkin sulit, tentu membutuhkan perencanaan. Minimal, harus ada informasi awal, walaupun seringkali sangat terbatas.

Selain minim informasi, biasanya biaya penerbangan ke lokasi tujuan juga semakin mahal. “Karena jarang orang Indonesia yang ke sana, karena kan itu negara yang masih asing, dan bahasa juga menjadi kendala.”

Bagi Trinity, biaya memang harus disiapkan. Namun, sebagai seorang full time traveller, tentu saja bujet untuk jalan-jalan bisa lebih besar daripada mereka bukan traveller murni. Toh, duit yang dikeluarkan itu bakal kembali lagi lewat tulisan.

Untuk masalah bahasa, Trinity menyarankan untuk menggunakan aplikasi mobile yang sudah banyak tersedia.

Sementara itu, soal tujuan, baginya Indonesia masih jadi salah satu pilihan utama untuk terus dieksplorasi karena sangat kaya dengan alam, budaya, dan cerita-cerita yang seolah tak pernah habis dicari.

Untuk destinasi luar negeri, Trinity menyebut negara di Asia Tengah sebagai salah satu yang layak untuk dikunjungi. “Aku kemarin ke negara seperti Uzbekistan, Kazakhstan, itu negaranya bagus banget pemadangan alamnya.”

Traveling ke negara-negara yang tidak familiar bagi awam memang sudah biasa bagi Trinity. Namun, tentu berbeda bagi mereka yang jarang jalan-jalan ke luar negeri, apalagi ke negara yang jarang terdengar.

Menurut Trinity, riset awal tetap perlu untuk mengurangi perasaan khawatir. “Yang jelas jangan kebanyakan terlalu khawatir. Misalnya ke tempat yang ada travel warning karena lokasi itu berbatasan dengan Afghanistan, ya, sudah datang saja, karena kita tidak tahu di sana bagaimana.”

Atau, dengarkan testimoni atau rekomendasi orang yang pernah ke tempat tersebut.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
traveling

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top