Cara Mengatur Anggaran Traveling Bagi Pekerja

Banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk menikmati hidup, salah satunya dengan berwisata atau traveling. Dengan melakukan perjalanan wisata ke berbagai destinasi banyak hal dan pengalaman baru yang bisa didapatkan.
Dewi Andriani | 21 Januari 2019 06:51 WIB
Ilustrasi - Julemag

Bisnis.com, JAKARTA –  Banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk menikmati hidup, salah satunya dengan berwisata atau traveling. Dengan melakukan perjalanan wisata ke berbagai destinasi banyak hal dan pengalaman baru yang bisa didapatkan.

Ashari Yudha, merupakan salah satu travel blogger yang sangat menikmati setiap perjalanan wisatanya baik di dalam maupun luar negeri. Untuk Indonesia sendiri, dia sudah menjelajahi lokasi wisata di 34 kota, dan berencana untuk mengeksplor lokasi wisata lainnya di Eropa.

Dalam setiap perjalanannya, pemilik blog www.catatanbackpacker.com ini dia ingin dapat merasakan ambience di daerah tersebut, rasanya menjadi orang di kota atau negara tersebut, mencicipi makanan dan kuliner khas serta gaya hidup masyarakat setempat. Dia bahkan selalu menyisihkan pendapatannya setiap bulan yang memang khusus dialokasikan untuk berwisata.

 

Namun, tak setiap orang punya kondisi keuangan yang setiap saat siap untuk digunakan jalan-jalan, apalagi untuk kelas pekerja. Walau begitu, nyatanya Yudha tetap bisa berkeliling Indonesia. Apa rahasianya? Berikut adalah kiat-kiat dari Yudha bagaimana mempersiapkan bujet untuk traveling.

Tahu Bujet

Pertama, kita harus tahu dulu bujet perkiran biaya itu berapa. Misalnya bujet untuk makan, transportasi, penginapan, jajan, itu harus sudah diset semuanya. Untuk transportasi, Anda bisa memilih penerbangan dengan tarif promo, atau saat bukan peak seasons sehingga harga lebih murah. Pada rute-rute yang ramai juga biasanya harga tiket lebih murah.

Penginapan untuk bacpacker juga bisa dipilih untuk menekan angka pengeluaran. Meski tingkat kenyamanannya berbeda dari hotel berbintang, tapi jika Anda tujuannya lebih untuk melakukan eksplorasi lokasi wisata tentu tidak ada persoalan. Cari referensi di Internet atau TripAdvisory.

Dana Talangan

Jangan lupa untuk persiapkan dana cadangan atau dana talangan, bisa juga gunakan kartu kredit untuk berjaga-jaga, kalau kekurangan dana bsia menggunakan itu.

Tahan Nafsu Belanja

Hal paling penting saat wisata itu harus bisa menahan nafsu untuk belanja, karena banyak jajan ujung-ujungnya melebihi dana yang sudah dibujetkan di awal. Kalau bisa untuk belanja dan jajan sendiri itu sudha ada dananya sendiri.

Sisihkan Tabungan

“Kalau untuk memperisapkan dana untuk traveling biasanya saya sisihkan pendapatan bulanan itu misalnya Rp1 juta, jadi setiap akhir tahun sudah ada dana yang terkumpul bisa untuk traveling,” ujarnya.

Karena itu, buat pos atau tabungan sendiri untuk jalan-jalan atau traveling sehingga tidak mengganggu cash flow bulanan.

Nah, selama traveling juga usahakan untuk lebih dekat dengan orang-orangnya, bukan hanya menikmati pemandangan. Usahakan belajar sedikit bahasa lokal, minimal bisa untuk menyapa mereka.

“Kalau bisa jangan keliatan kita seperti turis banget yang datang ke sana cuma sekadar foto lalu kabur. Kalau bisa duduk dulu, ngobrol biasa, lalu tanyakan aktivitas yang mereka lakukan. Kalau sudah ngobrol enak dan akrab lalu minta izin untuk memotret, biasanya hasilnya akan lebih baik.”

Tag : traveling
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top