Pelancong Tatkala Traveling, Mulai dari Dreaming Hingga Sharing

Keputusan traveling para pecinta jalan-jalan telah mengalami pergeseran seiring dengan perubahan beragam tren yang terjadi di masyarakat.
Ilustrasi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Keputusan traveling para pecinta jalan-jalan telah mengalami pergeseran seiring dengan perubahan beragam tren yang terjadi di masyarakat.

“Jika dahulu cenderung mengambil keputusan untuk traveling melalui papara iklan, datang ke travel agent, membeli paket wisata dan kemudian jalan-jalan, sekarang tahapannya sudah berubah menjadi micro moments,” ujar Endra Marsudi, Chief Executive Officer (CEO) Frame A Trip kepada Bisnis, baru-baru ini.

Dia menjelaskan bahwa tahapan keputusan traveling mulai dari ‘dreaming’, dimana konsumen sudah dari 6 bulan atau 1 tahun sebelumnya mencari inspirasi terlebih dahulu akan berwisata kemana dan melakukan apa.

Biasanya mereka akan menggunakan media sosial sebagai acuan mencari visual destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Lalu tahapannya akan masuk ke proses ‘planning dimana konsumen sudah mulai mengerucutkan pilihan menjadi dua atau tiga opsi saja sebagai perencanaan final berwisata.

Selanjutnya konsumen akan masuk ke tahapan ‘booking dengan keputusan akhir destinasi dan aktivitas sehingga bisa langsung membeli paket yang diinginkan baik secara offline maupun online.

“Setelahnya, konsumen akan masuk ke tahapan ‘experiencing untuk merasakan langsung jalan-jalan dan aktivitasnya. Dan akan dilengkapi oleh tahapan ‘sharing dimana konsumen dewasa ini sudah menjadikan aktivitas foto-foto serta membagikannya di media sosial sebagai hal yang wajib dilakukan saat traveling,” jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
traveling

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top