Berencana Berlibur Sendirian? Hindari 7 Kesalahan Ini!

Melancong alias travelling tak sekadar dapat melepas penat, tapi juga bisa membuka mata terhadap hal-hal baru dan bahkan mengubah hidup seseorang.
Ilustrasi. - Julemag

Bisnis.com, JAKARTA -- Melancong alias travelling tak sekadar dapat melepas penat, tapi juga bisa membuka mata terhadap hal-hal baru dan bahkan mengubah hidup seseorang.

Tetapi, Anda juga bisa cemas atau stres jika ada masalah yang muncul saat sedang melancong. Terkadang, seberapapun detailnya rencana perjalanan yang sudah disusun, ada saja hal-hal yang melenceng.

Dilansir dari Tempo, Senin (31/12/2018), pakar perjalanan Breffni Horgan menyatakan adalah hal yang normal untuk merasa cemas sebelum bepergian. Tetapi, dia tetap memandang melancong sebagai sesuatu hal yang positif dan dapat memberikan inspirasi, termasuk bagi kaum wanita.

"Bepergian ke wilayah asing, jadi bagian dari semua kegembiraan. Salah satu alasan mengapa aku ingin mendorong wanita bepergian terlebih sendirian, akan membuat Anda lebih percaya diri, menemukan diri Anda, dan terinspirasi secara kreatif," tutur Horgan kepada Bustle.

Ada beberapa hal yang seringkali dilakukan para pelancong, sehingga akan lebih baik untuk mengetahui apa saja kesalahan itu dan menghindarinya. Apa saja? Berikut daftarnya: 
1. Tidak mengelola waktu dengan baik
Ketika merencanakan perjalanan, Anda harus mempersiapkan diri terhadap berbagai kemungkinan, misalnya jika penerbangan Anda tiba terlambat, terjebak kemacetan dalam perjalanan ke hotel, atau bahkan tersesat. Dengan cadangan waktu yang cukup, Anda bisa tiba di tujuan dengan tenang dan nyaman.

"Memiliki penyangga waktu tambahan dapat membantu mengatasi stres dan kegelisahan seputar perjalanan, terutama selama musim liburan yang sibuk," kata psikoterapis Heidi McBain, MA, LMFT kepada Bustle.

2. Tidak mendapatkan asuransi perjalanan
Asuransi perjalanan mungkin mahal, tapi akan lebih mahal jika Anda harus membayar untuk penerbangan baru ketika ada masalah dengan penerbangan yang sudah direncanakan. Ketika bepergian, sulit untuk memprediksi hal-hal yang akan muncul, baik jika Anda harus berada di tempat lain dengan segera atau adanya masalah keamanan.

"Salah satu kesalahan terbesar yang bisa dilakukan orang saat bepergian adalah dengan mengabaikan asuransi perjalanan," papar pakar perjalanan dan pendiri La Jolla Mom Katie Dillon. 

3. Keharusan mengunjungi setiap tempat wisata
Ada rasa takut terlewatkan yang muncul saat bepergian, sehingga membuat Anda merasa wajib untuk mengunjungi setiap objek wisata. Padahal, yang terpenting adalah merencanakan perjalanan yang ada Anda inginkan, bukan apa yang Anda pikir harus dilakukan.

4. Kurang tidur atau makan
Perasaan senang yang berlebihan ketika akhirnya bisa berlibur atau melancong bisa membuat Anda mengabaikan istirahat. Padahal, tanpa istirahat dan makan yang cukup, kondisi fisik Anda bisa terganggu dan justru dapat mengurangi esensi perjalanan.

5. Kurang bersabar
Ketika bepergian, banyak orang yang berharap secara tidak realistis bahwa seluruhnya akan berjalan dengan baik sesuai rencana. Padahal, selalu ada kemungkinan sebaliknya.

Patricia Hajifotiou, pemilik The Olive Odysseys dan penulis Travel Like You Mean It!, menyatakan ada dua hal yang harus selalu diingat.

"Aku menyebutnya dua hal, kesabaran dan perspektif," ujarnya.

Hajifotiou mengungkapkan baru-baru ini, dia dan beberapa rekannya naik kereta api dari Perancis ke Barcelona. Namun, kereta tiba-tiba berhenti karena banjir.

Alih-alih mengeluh, mereka menganggapnya sebagai kesempatan untuk menjelajahi kota. Dia menekankan bahwa jika Anda marah atau kesal, maka orang lain akan terpengaruh dan Anda pun bakal kehilangan elemen penting dalam setiap perjalanan yakni kebahagiaan.

6. Tidak melakukan riset dengan benar
Hotel dan objek wisata tidak selalu seperti yang ditampilkan online. Inilah pentingnya untuk melihat atau meminta rekomendasi dan selalu membaca ulasan sebelum memesan hotel atau menyusun rencana perjalanan.

7. Tetap di zona aman
Jangan takut untuk menjelajahi tempat-tempat baru. Ketika kita menjelajahi lokasi geografis baru, kita juga harus meregangkan batasan emosional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
traveling

Sumber : Tempo

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top